Home Nusantara Pengajian ke 13 bertema Azab SWT Bilakah

Pengajian ke 13 bertema Azab SWT Bilakah

383
0
SHARE
 Pengajian ke 13 bertema Azab SWT Bilakah

JAKARTA (www.parahyangan-post.com) - Ustazah Dra Hj Nurdiati Akma tokoh gerakan aktivis wanita dari Aisiyah Jakarta Selatan, suatu hari terpaksa terlambat mengajar ngaji  Kemisan ditahun 2022 jam 14 dirumahnya dengan para ibu yang sudah menunggu di jalan Tebetimur Dalam.

Karena  barusan dari perjalan mobilnya dijalan Tol yang diatur dengan GPS (Global Positioning Sistem) sistim pembayaran jalan Tol langsung ke RRC  tanpa via keuntungan Oligarkhi RI. Perjalanannya pun buang waktu biaya mahal, karna kendaranya diarahkan dari jalan tol harus keluar bayar ke jalan yang tak diketahui lalu terpaksa harus masuk tol bayar lagi.

Dari perlakuan itu, butuh GPS yang bersyariah, sehingga mengapa pribumi butuh perlindungan dari Capres Prof Dr H Anies Rasyid Baswedan apalagi dari Keluarga Muhammadiyah yang tak melupakan jasa, semoga Anies menuntaskan Jabatan Gubernur Metropolitan Jakarta sampai 2024 sehingga mampu usir Pangkalan militer RRC di Natuna Utara, menentramkan  yang di Vaksin tak hanya tewaskan pribumi.

Pada Pengajian ke 13 bertema "Azab SWT Bilakah " dengan Refrensi Al Qur'an surat Al isra ayat 15, 16 dan  Al Muluk 8 - 12., Ustazah Nurni melanjutkan, Kita harus selalu tabayun dalam habluminanas mengingat SWT akan binasakan suatu negri bila penduduknya hubudunia / gila sekular hanya mengejar kepuasan dunia, kita mohon pada SWT agar umat Islam bisa sadar bersatu save RI dari punah.

Kita sadari sejarah Islam dimanipulasi Misionaris VOC seperti Nama Gajah Mada yang sesungguhnya Gaj Ahmad merupakan Mujahidin yang mendahului Hindu di Nusantara. 

Hamdalah Eropah kini bondong masuk Islam dengan membaur energi positif karena Kecendekiaannya masuk Islam, seperti risetnya kenapa janda baru boleh nikah lagi bila sesudah masa IIdah / tunggu 3 bulan, karna sperma laki nya yang masih bertahan 3 bulan pada wanita.

Juga kenapa khazanah Militer tajub dengan cara Muslim yang mampu berkumpul baris / shaff sekejap otomatis bikin barisan solat berjamaah hanya dengan Komando Azan.

Atas nama pimpinan Nasional, pejabat  Muslim non pribadi boleh ucapkan Natal dan tantangan toleransi internal muslim mampukah bila belanja, kendati sedikit mahal hanya membeli produk karya muslim misalnya ke 212 Mart, namun disayangkan keberadaan 212 dirongrong 01.

Tanpa Dawah, Amal muslim ditolak karna hubudunia bahkan neraka pun marah pada dosa spektakuler munafiqun dan kafirun, sementara kita muslim penakut hadapi Swt pemilik noraka, semoga kita wafat toll sorga tanpa GPS.

Insyallah niaga Muhammadiyah bikin pabrik kemasan mineral menjawab simbiosis mutualisme alisme untuk market seperti  di Pesantren Gontor yang sukses menggaji Gurunya dari niaga Air mineral tanpa riba.

Akhiri Diskusi, Nurdiati yang juga Pimpinan Forsap (Forum Silaturahmi Antar Pengajian) dari para ibu Majlis Ta'lim, menyayangkan suara Kecalegan nya gagal karna tak punya 2 saksi di TPS Tanah Abang yang usai dihitung ulang terbukti suaranya di curi PDIIP.

(Mahdi/PP)