Home Agama Untuk Melakukan Perubahan Sistemik, Ada Dua Hal yang Harus Dipahami

Untuk Melakukan Perubahan Sistemik, Ada Dua Hal yang Harus Dipahami

56
0
SHARE
Untuk Melakukan Perubahan Sistemik, Ada Dua Hal yang Harus Dipahami

Keterangan Gambar : Founder Forum Dosen Intellectual Talk's Series, Dr. Retno Muninggar, S.Pi., M.E., mengungkapkan, setidaknya ada dua hal yang harus dipahami untuk melakukan perubahan sistemik.

DEPOK - Parahyangan Post - Founder Forum Dosen Intellectual Talk's Series, Dr. Retno Muninggar, S.Pi., M.E., mengungkapkan, setidaknya ada dua hal yang harus dipahami untuk melakukan perubahan sistemik.

Hal tersebut diungkapnya dalam Forum Tokoh Muslimah Depok#33: Memaknai Hijrah: Solusi Krisis Sistemik Menuju Perubahan Hakiki, Selasa, (16/6/2026) di Depok.

Menurutnya, problem umat bukan sekadar problem individu melainkan problem sistemik. “Maka bagaimana melakukan perubahan sistemik tersebut?” tanyanya kepada 67 tokoh Muslimah Depok.

Dua hal yang harus dipahami, yakni: Pertama, adanya perubahan cara berpikir dengan memahami realitas dengan pendekatan sistemik. “Awalnya, banyak orang melihat problem secara parsial atau individu, seperti kemiskinan karena rakyat malas, korupsi karena pejabat jahat, kejahatan seksual karena pelaku bejat, kerusakan moral karena generasi muda nakal dan lemahnya perlindungan umat,” bebernya.

“Setelah melakukan pendekatan sistemik, kita menemukan banyak problem yang terjadi bukan sekadar kesalahan individu tetapi merupakan dampak dari sistem kehidupan yang diterapkan. Inilah perubahan pertama, dari melihat masalah sebagai problem individu menjadi melihat masalah menjadi problem sistemik,” ujarnya.

Inti dari itu semua, ujarnya, problem umat bukan sekadar problem individu melainkan problem sistemik. Namun memahami akar masalah tidak otomatis mengubah realitas, diperlukan hijrah berikutnya untuk melakukan perubahan sistemik.

Kedua, hijrah dalam perubahan sistemik dengan meneladani metode dakwah Rasulullah SAW. “Jika problem bersifat sistemik, maka solusi yang dibutuhkan juga harus sistemik. Yakni bagaimana cara melakukan perubahan sistemik? Apa cukup dengan memperbaiki individu satu per satu? Apa cukup dengan ceramah dan nasihat? Bagaimana Rasulullah SAW mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Islam?” tanyanya.

Menurutnya, kaum Muslim perlu belajar dari hijrahnya Rasulullah SAW. “Kita perlu belajar dari hijrahnya Rasulullah SAW, bukan hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi sebagai metode perubahan masyarakat dan peradaban secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan hubungan dari kedua hal tersebut. “Adapun hubungan dari keduanya, yakni yang pertama mengajarkan kita, apa yang salah dengan realitas hari ini? Sehingga akan berpengaruh kepada perubahan cara berfikir dan mampu membaca realitas secara sistemik. Kedua, mengajarkan kita bagaimana merubah realitas tersebut? Yakni hijrah dalam metode perubahan, meneladani manhaj dakwah Rasulullah SAW dan mewujudkan perubahan yang bersifat sistemik,” terangnya.

Maka, menurutnya, memahami realitas secara benar adalah langkah awal. Mengubah realitas secara menyeluruh adalah tujuan akhir melalui metode perubahan yang diajarkan Rasulullah SAW. - (Siti Aisyah/PP)