Home Seni Budaya Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka

Sastrawan Putra Gara: Pulang kampung dengan diskusi aroma kopi Gayo

51
0
SHARE
Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka

Keterangan Gambar : Sastrawan Putra Gara, (foto bawah kiri) di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, menuju arena PPN XIV: (Kolase foto aboe)

Aceh, parahyangan-post.com- Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) 14 Resmi dibuka. Acara pembukaan dipandu oleh Ade Putra dari Riau dan Wanda Ramadhana. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nisfun Nahar, dilanjutkan doa yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Selanjutnya seluruh hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dibawakan oleh Paduan Isyarat bersama siswa-siswi SLB Bukesra Banda Aceh.

Nuansa sastra dan kebudayaan semakin terasa melalui pertunjukan “Harmoni Syair Nusantara dari Aceh untuk Dunia” yang diiringi Marching Band Gita Handayani. Setelah itu, Direktur Pelaksana PPN XIV Aceh-Indonesia, Noviati Maulida Rahmah, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan yang menegaskan pentingnya diplomasi budaya melalui sastra di tengah dinamika dunia saat ini.

Malam pembukaan juga menghadirkan segmen penghormatan khusus “Tribute to Nik Rakib Nik Hasan”, tokoh sastra yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan jaringan sastra Nusantara. Acara dilanjutkan dengan tayangan sapaan penyair bersama Taufik Ismail serta parade pembacaan puisi yang menampilkan sejumlah penyair terkemuka seperti Imam Ma’arif, Bara Pattyradja, Tuyed Legam, Djamal Syarief, Nissa Rengganis, Ranie Kashmir, dan LK Ara, yang diiringi penampilan musik Riski Tangke.

Pengantar kuratorial PPN XIV disampaikan oleh Salman Yoga S, Rini Intama, Acep Zamzam Noor, Mohamad Saleeh Rahamad dari Malaysia, dan Zefri Ariff dari Brunei Darussalam. Para kurator menyoroti pentingnya sastra sebagai jembatan dialog lintas bangsa dan medium memperkuat persaudaraan budaya di kawasan Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Nissa Rengganis turut memberikan sambutan, disusul Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D. Keduanya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan literasi, sastra, dan diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat regional maupun global.

Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan PPN XIV. Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yang terbuka terhadap pergaulan dunia.

Puncak acara ditandai dengan penyampaian Ranub Sigapu Wali Nanggroe oleh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar. Selanjutnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., secara resmi membuka Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh-Indonesia.

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan diplomasi budaya, penyerahan Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara, penghargaan kepada sekolah-sekolah pegiat literasi, serta sesi foto bersama seluruh peserta dari berbagai negara.

Aroma Gayo

Bagi Sastrawan Putra Gar,  PPN XIV, bukan sekadar agenda sastra tahunan yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah dan negara. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, tempat kata-kata menjelma jembatan yang menghubungkan beragam tradisi, bahasa, dan pengalaman hidup. Di Tanoh Gayo, para penyair tidak hanya akan berbagi puisi, tetapi juga menyelami kekayaan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

”Membicarakan Aceh Tengah hampir mustahil tanpa menyebut Kopi Gayo. Kopi yang telah dikenal hingga mancanegara ini menjadi salah satu identitas penting masyarakat dataran tinggi Gayo. Aroma dan cita rasanya yang khas telah menempatkan Kopi Gayo sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Di warung-warung kopi, percakapan tentang kehidupan, kebudayaan, dan sastra mengalir begitu alami, sebagaimana air yang menghidupi perkebunan kopi di lereng-lereng pegunungan,” ujar Gara saat dihubungi wartawan parahyangan-post, dalam perjaanan ke Bandara Soekarno Hatta, Senin pagi, 22/6.

Makanya, lanjut penulis novel bergenre sejarah ini, tidak mengherankan jika pertemuan sastra di Tanoh Gayo akan diwarnai diskusi tentang kopi. Keduanya memiliki kedekatan yang istimewa. Secangkir kopi sering menjadi teman setia lahirnya puisi, esai, dan berbagai karya sastra. Di balik kepulan aroma kopi, para penyair menemukan ruang untuk merenung, menyusun kata, dan merawat ingatan tentang kampung halaman.

Perjalanan memadukan banyak hal sekaligus: silaturahmi, kebudayaan, sastra, dan kerinduan pada tanah asal. Dari ruang tunggu bandara hingga dataran tinggi Gayo, perjalanan ini membawa harapan agar sastra terus menjadi medium yang mempertemukan manusia dengan akar budayanya, sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada dunia.

”Para penyair akan menyaksikan bagaimana tradisi, keramahan masyarakat, dan keharuman Kopi Gayo berpadu menjadi sebuah pengalaman budaya yang utuh. Sebuah perjumpaan yang membuktikan bahwa sastra tidak lahir di ruang hampa, melainkan tumbuh dari kehidupan, dari tanah yang subur, dan dari secangkir kopi yang menghangatkan percakapan,” tambah Gara.

14 Negara

Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Tahun 2026  mempertemukan para penyair, sastrawan, budayawan, dan pegiat literasi dari 14 negara. Berlangsung pada  22-28 Juni 2028. Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan peserta dan tamu mancanegara melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (22/6/2026).

PPN XIV Aceh-Indonesia menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring sastra dunia Melayu-Nusantara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat internasional. Kehadiran delegasi dari 14 negara menunjukkan bahwa sastra tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan bangsa-bangsa melalui dialog, kreativitas, dan persaudaraan budaya.Berita ini sudah disusun dengan gaya jurnalistik yang lebih rapi, bernas, dan layak untuk publikasi media.*** (pp/aboe/gar)