Home Edukasi Pembangunan Dapur Sekolah Program MBG, Bisa Menghemat Biaya Transportasi

Pembangunan Dapur Sekolah Program MBG, Bisa Menghemat Biaya Transportasi

552
0
SHARE
Pembangunan Dapur Sekolah Program MBG, Bisa Menghemat Biaya Transportasi

Keterangan Gambar : Upaya penghematan biaya program MBG terus dilakukan untuk memenuhi kualitas gizi yang lebih baik. (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA II Parahyangan Post - Upaya penghematan biaya program MBG terus dilakukan untuk memenuhi kualitas gizi yang lebih baik.

Pembangunan dapur di setiap sekolah menjadi jalan keluar bagi upaya penghematan itu. Dapur yang selama ini didirikan di luar sekolah dianggap menambah biaya distribusi.

Jarak dapur yang terlalu jauh dari titik distribusi MBG memang akan meningkatkan biaya operasional, seperti biaya transportasi bahan baku dan makanan siap saji, serta biaya pengiriman ke sekolah.

Untuk menghemat biaya, sebaiknya perlu ada upaya mendirikan dapur yang lebih startegis, memiliki ukuran yang sesuai kebutuhan dan melakukan efisiensi dalam rantai pasokannya, yaitu dapur sekolah atau keterlibatan kantin sekolah.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani merespon langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini.

Yang perlu menjadi catatan, lanjut mantan anggota DPRD NTB, pelibatan kantin sekolah dalam MBG ini jangan sampai membebani pihak sekolah yang mempunyai tugas utama mendidik para siswa.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB ini juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap program MBG yang melibatkan kantin sekolah. Semua prosesnya membutuhkan pengawasan, sehingga program tersebut bisa terlaksana dengan baik tanpa ada pelanggaran dan kecurangan.

Program pemerintah yang berencana memberikan makanan bergizi gratis bagi siswa adalah sebuah hal yang patut di apresiasi, karena melalui program tersebut pemerintah sedang mengusahakan bagaimana cara memberikan asupan gizi yang lebih baik pada para pelajar.

Tinggal pengelolaan di lapangan yang perlu dilakukan dengan baik agar program tersebut bisa memberikan hasil yang maksimal. Salah satu alternatif cara pelaksanaan program tersebut adalah dengan memberdayakan kantin atau membentuk dapur sekolah.

Kantin sekolah yang terdiri atas beberapa pedagang makanan, bisa diajak bekerjasama untuk menyiapkan makanan-makanan dengan menu tertentu seperti yang sudah ditentukan sekolah.

Alternatif lain, kantin sekolah menyediakan makanan seperti biasa dan pada siswa diberikan kupon untuk mengambil satu jenis makanan dan minuman yang diperlukan. Keberadaan kupon diperlukan sebagai kontrol jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa pada hari itu.

Yang terpenting adalah perlunya melibatkan warga sekolah, termasuk komite sekolah menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG, sehingga tidak serta merta dikuasai oleh lembaga atau pemodal. Harapanya penyediaan MBG melalui pendirian dapur sekolah menjadi solusi alternatif atas berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan selama ini.(rd/pp)