Home Disaster Pasien RS Berhamburan, Akibat Gempa 6,7 M Guncang Kota Palu, Sulawesi Tengah

Pasien RS Berhamburan, Akibat Gempa 6,7 M Guncang Kota Palu, Sulawesi Tengah

#GempaBumi

15
0
SHARE
Pasien RS Berhamburan, Akibat Gempa 6,7 M Guncang Kota Palu, Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pukul 10.27 WIB, hingga membuat warga dan pasien di RS Samaritan berhamburan keluar karena panik. (sumber foto : ist/pp)

KOTA PALU  - Parahyangan Post- Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pukul 10.27 WIB, hingga membuat warga dan pasien di RS Samaritan berhamburan keluar karena panik.

Merujuk info data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,04 derajat lintang selatan dan 120,23 derajat bujur timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer.

Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Kabupaten Tojo Una-Una dan membuat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kepanikan juga terlihat di Rumah Sakit Samaritan. Sejumlah pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan bergegas keluar gedung menuju area terbuka sesaat setelah guncangan terasa.

Beberapa pasien yang tengah menjalani perawatan dievakuasi menggunakan kursi roda maupun tempat tidur untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan potensi dampak dari gempa.

Di halaman rumah sakit, dipenuhi pasien dan pengunjung yang memilih bertahan di luar bangunan hingga kondisi dinilai aman.

"Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa," ujar Salam, salah satu warga yang sedang berada di RS.

Petugas rumah sakit mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib dan memastikan seluruh pasien tetap aman.

Melihat dari Mekanisme dan lokasi gempanya, gempa ini merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) di Zona Palolo Graben dengan mekanisme Normal Fault (Lempeng Turun). Gempa dapat dirasakan hingga skala Maksimal MMI VIII.

Terkait Zona Palolo Graben, diwilayah ini terdapat sesar Palolo yang terbagi menjadi 2 segmen. Yaitu Palolo-A dengan Panjang Segmen sekitar 35 x 18 km sedangkan Palolo-B 24 x 18 km. Gempa besar terakhir yang terjadi di wilayah Sesar ini yaitu Gempa M6.6 tahun 2017 yang diduga berasosiasi dengan Sesar ini.

Berdasarkan karakteristik catatan gelombang seismik dan mekanisme sumbernya, Gempa ini murni disebabkan oleh aktivitas tektonik.

Gempa M6.7 ini dirasakan(MMI):VI-VII Palu, V-VI Sigi, III Polewali Mandar, III Mamasa, III Mamuju, II-III Pinrang, II-III Pare-pare, II-III Pohuwato, II-III Boalemo, III Pasangkayu, II Wajo, II-III Gorontalo Utara, II-III Majene, II-III Kab. Gorontalo, II-III Kota Gorontalo, II - III Luwu Utara.

Sampai berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa, sementara pihak-pihak terkait masih terus melakukan assessment, pendataan dan terus memonitoring update perkembangan dampak dari gempat tersebut. - (rd/pp)