
Keterangan Gambar : 10 perupa ASPEN foto bersama pada pembukaan pameran, Sabtu sore, 29 November 2025 di Amuya Gallery - Kemayoran Jak-Pusat ( poto dok.aspen)
Jakarta, parahyangan-post.com-Panggung seni rupa Jakarta tidak pernah sepi, kali ini diramaikan lagi dengan munculnya 10 perupa ASPEN( Asosiasi Pelukis Nusantara) gelar karya di Amuya Gallery dengan mengambil tajuk pameran Menembus Batas. Judul yang cukup keren, dan lebih kurang 40 lukisan yang ditempilkan juga sungguh keren-keren.
Dari karya yang dipajang, nampak jelas kematangan para perupa Aspen tidak diragukan lagi. Pameran 10 perupa ini nampak jelas menunjukan sikap profesional dan kesungguhan mereka dalam bekerja melukis. Sebut saja, Chyrsnanda Dwilaksana, sudah puluhan kali pameran tunggal baik di Jakarta maupun kota-kota lain. peserta pameran yang lain, Munadi, sejak 1988 samapi dengen 2019 sudah 11 kali menyelenggarakan pameran tunggal. Kembang Sepatu, Oktober tahun ini menyelenggarakan pameran tunggal di Umaya Gallery.Rekam jejak dan jam terbang kiprah perupa lainnya seperti Novandi, Pustanto,Mas Wito, Yunti ARS, M Adien, dan Agus Pisaro, 10 perupa ini nampak kematangan mereka dalam berkarya, baik dari konsep, ide, tema, dan teknik pengerjaan yang mereka tuangkan dalam kanvas, nampak kematangan warna, visual, serta pesan atau simbol yg mereka tuangkan di atas kanvas.
Pameran 10 perupa Aspen ini sepertinya menjadi kekuatan Aspen untuk terus bergerak.
Dari pengamatan penulis, Aspen merupakan salah satu komunitas yg nampak paling rajin menyelenggarakan pameran bersama.Jika penyelenggaraan pameran disiapkan tidak matang, maka bisa jadi bumerang dan menjenuhkan,dan tidak berdampak terhadap perkembangan seni rupa baik di Jabodetabek maupun Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah ( PR) pengurus Aspen, bagaimana agar tiap penyelenggaraan pameran sukses. Untungnya 10 perupa yang tampil kali ini tidak mengecewakan dalam tampilan karya yang terpajang apik dan artistik di dinding Umaya Galeri. Pastinya, kurator Umaya Gallery memegang prinsip selektif dalam memilih karya untuk ditampilkan di ruang pamer Umaya Gallery.
Catatan kuratorial pameran MENEMBUS BATAS yang ditulis oleh A Dimas Aji Saka, dapat disimak disini:
Kehidupan yang kian bergerak cepat, batas-batas yang dahulu terasa kokoh kini semakin kabur. Ruang personal bertaut dengan ruang sosial, sejarah bersinggungan dengan imajinasi, dan pengalaman individu berkelindan dengan peristiwa kolektif. Melalui pameran MENEMBUS BATAS, komunitas ASPEN menghadirkan sebuah lintasan visual yang menyoroti beragam isu, kejadian, budaya, dan tafsir personal yang muncul dari pergulatan para perupanya dalam membaca zaman.
Digawangi 10 perupa Aspen, yakni Agus Pisaro Widada, Chryshnanda Dwi Laksana, Kembang Sepatu, Lilik Subekti, M Adien, Mas Wito, Munadi, Novandi, Pustanto, & Yunti Ars. Setiap seniman membawakan karakteristik visual yang beragam, menghadirkan seni visual yang mendobrak atas proses kreatif masing-masing.
Dalam pameran ini, batas tidak dipahami sebagai garis yang menghalangi, tetapi sebagai titik mula untuk melampaui. Para pameris mengolah ketegangan antara realitas dan kemungkinan. Menjadikan karya yang ditampilkan menjadi penanda pada masa kini, tentang masa lalu, & tafsir di masa mendatang. Gejolak emosi personal, potret realitas sosial, gejolak ekologis, rekaman peristiwa sejarah, politik, sejarah maupun perubahan budaya memetamorfosis dalam bahasa rupa. Setiap karya menjadi kompas yang mengarahkan kita pada wilayah-wilayah yang jarang dipetakan, ketika batas-batas justru menjadi celah untuk melihat lebih dalam.
Melalui pendekatan gaya yang beragam dari ekspresionisme lirih, abstraksi intuitif, hingga realisme kritis para anggota ASPEN menunjukkan bahwa menembus batas bukan sekadar tema, melainkan sikap berkarya. Mereka bergerak di antara lapisan-lapisan pengalaman, ketegangan batin, pergulatan identitas, relasi dengan lingkungan, hingga respons terhadap fenomena sosial yang terus berubah. Karya-karya dalam pameran ini menegaskan bahwa seni memiliki kemampuan untuk membuka kemungkinan baru, mengajak kita melihat dunia melalui sudut pandang yang berbeda.
MENEMBUS BATAS adalah ajakan untuk berhenti sejenak dan meraba kembali kontur kehidupan yang kita jalani. Bahwa yang kita anggap sebagai batas sering kali hanyalah persepsi dan melalui seni, persepsi itu dapat dinegosiasi ulang. Pameran ini bukan hanya merayakan keberagaman ekspresi seniman ASPEN, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bagi publik untuk mempertanyakan, menguji, dan mungkin menemukan kembali makna dari setiap batas yang mengitari hidup kita.
Lewat lintasan karya-karya ini, komunitas ASPEN menegaskan bahwa keberanian untuk melangkah melampaui garis adalah langkah awal untuk memahami dunia secara lebih utuh. Pameran ini, pada akhirnya, adalah sebuah perjalanan. Perjalanan untuk menembus batas, baik yang berada di luar maupun di dalam diri. Demikian, A Dimas Aji Saka, sebagai kurator pameran dalam penghantar tulisannya di E-katalog.
Pameran yang diresmikan oleh Dr. Kyatmaja Lookman,B Com,SH,MBA,AK ( pencinta seni ), pada Sabtu sore, 29 November 2025, berlangsung meriah dipadati pengunjung, baik dari perupa seniman Jakarta, maupun tamu undangan lainnya.
Pameran berlangsung, 29 November - 13 Desember 2025.
Umaya Gallery: Jalan Angkasa 1, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran - Jakarta Pusat. Gedung yang berlantai empat, menempatinruang pamer khusus di lantai tiga. Lantai satu, dua,dan teras depan luas- sejuk adalah cafe dengan beragam menu tersaji di sana untuk memanjakan lidah para tamu yang datang, baik hanya untuk sekedar menikmati sajian kuliner, maupun sekaligus melihat pameran yang tersaji apik di lantai 3. Galeri buka tiap hari, jam : 09.00 - 18.00 WIB. dengan tempat parkir yang nyaman.*** (munadi)





LEAVE A REPLY