Home Polkam Menag Raih Top GPR Figure Award 2026

Menag Raih Top GPR Figure Award 2026

Apresiasi Kehumasan yang bekerja 24 jam

145
0
SHARE
Menag Raih Top GPR Figure Award 2026

Jakarta, parahyangang-post.com-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) atas kerja kehumasan yang dilakukan secara kolektif dalam rangka mewujudkan  pelayanan publik yang efektif efisien. 

Apresiasi tersebut disampaikan setelah dirinya menerima Top Government Public Relation (GPR) Figure Award 2026 dalam subkategori Special Achievement for TOP Public Service Digital Transformation Figure 2026 pada ajang 6th TOP GPR Award 2026.

“Penghargaan ini bukan untuk saya sendiri, tetapi segenap karyawan, staf, pimpinan yang lain di Kementerian Agama, dari pusat sampai ke tingkat daerah. Karena penilaian ini adalah penilaian kolektif,” ungkap Menag di Jakarta, Selasa malam (13/10/2026).

Menurut Menag, besarnya cakupan tugas Kemenag membutuhkan koordinasi dan sinergi berbagai unsur, termasuk Humas yang mengkomunikasikan kegiatan dan melakukan pelayanan kepada publik.

"Saya juga lebih khusus mengucapkan terima kasih kepada Humas kami, andalan kami. Kerja mereka 24 jam karena harus memfasilitasi komunikasi Kementerian Agama," ujar Menag 

Menag berharap capaian ini dapat dipertahankan sekaligus dijadikan motivasi bagi peningkatan kinerja Kementerian Agama. 

“Semoga menjadi motivasi yang lebih baik untuk kita semuanya,” harap Menag. 

Langkah Nyata 

Dalam video yang menghantarkan Menag menerima penghargaan disebutkan bahwa Menag Nasaruddin Umar terus mendorong transformasi digital dan komunikasi publik untuk menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang mudah diakses, efektif, dan responsif.

Transformasi ini tidak berhenti pada digitalisasi layanan, tetapi juga menghadirkan cara baru pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Melalui penguatan kehumasan dan komunikasi publik, Kemenag membangun komunikasi yang terbuka dan partisipatif. Sehingga Kemenag dapat menyampaikan informasi secara cepat dan akurat, sekaligus mendengar aspirasi publik.

Langkah ini diakui oleh pihak penyelenggara dapat menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, transparan, responsif, dan terpercaya

Indikator 

Dalam pemaparan metodologi penilaian, GPR Institute sebagai pihak penyelenggara menjelaskan bahwa penilaian Top GPR Figure Award 2026 menggunakan pendekatan berbasis jejak digital. Indikatornya mencakup Digital Awareness yang mengukur pencarian dan ulasan terkait figur; Digital Media Aspect, yang mencakup jumlah pemberitaan digital dan sentimennya; serta Social Media Aspect yang mengukur jumlah pengikut, aktivitas, dan keterlibatan di Facebook, Instagram, YouTube, serta TikTok.

Penilaian figur juga mensyaratkan sekurang-kurangnya 90 persen pemberitaan dengan sentimen netral dan positif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui riset digital untuk mengukur jejak komunikasi dan reputasi figur di ruang publik.

Sedangkan indikator untuk kategori Special Achievement mencakup kebaruan inovasi, kepemimpinan, manfaat bagi publik, serta potensi replikasi, pelembagaan, dan keberlanjutan. Penilaian tersebut menekankan pentingnya bukti atas inovasi dan manfaatnya, bukan semata-mata frekuensi kemunculan seorang pemimpin di media.

Penghargaan ini menjadi konteks untuk melihat hubungan antara transformasi digital, kualitas komunikasi publik, dan pelayanan kepada masyarakat. 

Bagi Kementerian Agama, penguatan kehumasan merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi yang dapat diakses dan dipahami publik, sekaligus mendukung pelayanan keagamaan dan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***(pp/aboe/sp)