Home Nusantara Masyhuril Khamis Buka Muswil 1 Al Washliyah Sulsel

Masyhuril Khamis Buka Muswil 1 Al Washliyah Sulsel

Targetkan PW Perluas Kepengurusan Daerah dari 8 Menjadi 24

246
0
SHARE
Masyhuril Khamis  Buka Muswil 1 Al Washliyah Sulsel

Keterangan Gambar : Ketum PB Al Jam’iyatul Washliyah, DR. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., saat membuka Muswil I Pengurus Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan di Maros (foto pb)

MAROS, parahyangan-post.com- Penguatan organisasi menjadi salah satu kunci bagi Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperluas kiprah dakwah dan pelayanan umat. Karena itu, Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sulawesi Selatan didorong memperluas jangkauan organisasi, dengan meningkatkan jumlah kepengurusan tingkat daerah dari delapan menjadi 24 daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, DR. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) I Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2031 di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2026).

Muswil I Al Washliyah Sulsel dihadiri seluruh pengurus wilayah dipimpin Ketuanya  Drs. KH. Habuddin Halik, Lc., MH. Dari PB, ikut mendampingi Ketum Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., MA.

Muswil yang mengangkat tema “Memperkuat Persatuan dan Tata Kelola Organisasi untuk Kemajuan Al Washliyah Sulsel” itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus penataan langkah organisasi untuk lima tahun mendatang. Selain memperkuat persatuan internal, forum tersebut diharapkan menghasilkan program kerja yang konkret agar keberadaan Al Washliyah semakin dirasakan masyarakat.

Dalam sambutannya, Masyhuril mengingatkan bahwa Al Washliyah memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Organisasi Islam ini berdiri pada 30 November 1930 di Medan, Sumatera Utara, jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945.

Meski lahir di Medan, menurut Masyhuril, Al Washliyah tidak dibentuk hanya untuk kepentingan masyarakat di daerah asalnya. Sejak awal, organisasi ini hadir untuk umat Islam Indonesia dan terus mengembangkan kiprahnya ke berbagai wilayah di Tanah Air.

“Al Washliyah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, pada 1930 di Medan, Sumatera Utara. Meskipun lahir di Medan, Al Washliyah hadir untuk umat Islam Indonesia,” ujar KH Masyhuril.

Saat ini, kepengurusan Al Washliyah telah ada di seluruh propinsi di Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke.. Perkembangan tersebut, kata KH Masyhuril, menunjukkan bahwa perjuangan organisasi tidak terbatas pada satu daerah, melainkan memiliki cakupan nasional dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan.

Perluas Kepengurusan

Dalam konteks pengembangan organisasi, Masyhuril secara khusus berharap Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Selatan dapat memperluas kepengurusan di tingkat daerah.

Dari delapan kepengurusan daerah yang ada saat ini,  KH Masyhuril  mengharapkan bertambah menjadi 24 daerah di Sulsel. Perluasan itu diharapkan memperkuat jangkauan organisasi sekaligus membuka ruang bagi semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan dakwah dan pelayanan umat.

Target tersebut, menurut KH. Masyhuril,  membutuhkan perencanaan yang matang, konsolidasi berkelanjutan, serta penguatan koordinasi antara pengurus wilayah dan daerah. Dengan struktur organisasi yang semakin luas, program-program Al Washliyah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Masyhuril juga menyoroti potensi aset organisasi di Sulawesi Selatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan Al Washliyah.

Ia menyebut masjid Al Washliyah yang telah dibangun di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta lahan seluas satu hektare di Kabupaten Soppeng. Kedua aset tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas yang sudah tersedia, tetapi dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan organisasi.

Keberadaan masjid, misalnya, dapat menjadi titik penguatan kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pelayanan sosial. Sementara itu, lahan di Soppeng berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan organisasi, melalui perencanaan program yang berkelanjutan.

Bagi Al Washliyah, pengembangan aset dan perluasan kepengurusan merupakan dua langkah yang saling mendukung. Organisasi membutuhkan struktur yang kuat sekaligus sarana yang memadai agar program-programnya dapat berjalan secara efektif.

Berkelanjutan

Muswil I Al Washliyah Sulawesi Selatan juga menjadi bagian dari upaya PB Al Washliyah memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai wilayah Indonesia.

PB Al Washliyah terus membangun komunikasi dan melakukan konsolidasi dengan pengurus wilayah di seluruh Tanah Air. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta memastikan roda organisasi berjalan sesuai tujuan dan garis perjuangan Al Washliyah.

Sebelum agenda di Sulawesi Selatan, PB Al Washliyah juga melakukan konsolidasi dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Bengkulu pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan hubungan organisasi antara pengurus pusat dan wilayah.

Konsolidasi ini penting agar pengembangan Al Washliyah tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap daerah. Sebaliknya, setiap wilayah diharapkan dapat membangun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus tetap berada dalam kerangka perjuangan organisasi secara nasional.

Dengan demikian, Muswil di Sulawesi Selatan bukan sekadar forum pergantian atau penataan kepengurusan, melainkan juga kesempatan untuk merumuskan arah pengembangan organisasi yang lebih terukur.

Melalui Muswil ini, Al Washliyah Sulawesi Selatan diharapkan mampu memperkuat persatuan, membenahi tata kelola, memperluas kepengurusan dari delapan menjadi 24 daerah, serta mengoptimalkan aset organisasi untuk mendukung dakwah dan pelayanan umat.*** (pp/aboe)