Home Agama Lima Faktor Penyebab Terjadinya Perundungan

Lima Faktor Penyebab Terjadinya Perundungan

1,068
0
SHARE
Lima Faktor Penyebab Terjadinya Perundungan

Keterangan Gambar : Talkshow Majelis Qur’an Ummahat, Bahaya Bullying di Dunia Pendidikan, Ahad (16/11/2025). (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA II Parahyangan Post - Di hadapan puluhan peserta, Pemerhati Pendidikan Anak, Ustadzah Rushmilawati, S.Pd., menyampaikan terkait faktor penyebab terjadinya perundungan. 

Hal tersebut ia sampaikan dalam Talkshow Majelis Qur’an Ummahat, Bahaya Bullying di Dunia Pendidikan, Ahad (16/11/2025).

Adapun faktor penyebab terjadinya perundungan yakni: Pertama, pola asuh keluarga. “Anak dalam keluarga seharusnya mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya, tapi saat ini sangat miris orang tua seringkali abai terhadap pendidikan anak-anak, mereka sibuk bekerja ataupun kegiatan lainnya sehingga anak-anak tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup,” jelasnya.

Kedua, pengaruh tingkat pertemanan. “Salah pergaulan atau salah memilih teman hingga akhirnya membawa dampak buruk bagi si anak,” katanya.

Ketiga, disorientasi lembaga pendidikan. “Pihak sekolah sudah membuat mekanisme pendidikan tetapi keterbatasan tenaga pendidik dalam memantau anak didiknya. Setelah mereka mengetahui adanya kasus perundungan antar siswa, sekolah pun tidak bisa sembarang mengeluarkan anak yang terkena kasus tersebut karena undang-undang atau sistem,” bebernya. 

Ia pun menegaskan, dunia pendidikan yang jauh dari ajaran Islam yakni pelajaran agama hanya diberikan dua jam dalam seminggu sehingga tidak bisa membentuk generasi yang berbudi luhur. 


Keempat, pengaruh sosial media. “Pengaruh sosial media berfungsi seperti pisau bermata dua. Jika digunakan pada hal-hal yang bermanfaat akan menjadikan pemakainya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan jika digunakan pada hal-hal yang buruk akan mendapatkan efek buruk bagi yang menggunakannya,” bebernya. 

Kelima, adanya masalah pribadi. “Masalah pada diri sendiri, yakni kepercayaan dirinya sangat kurang, tidak berani menghadapi orang karena pemahaman agamanya minim,” jelasnya. 

Karena faktor-faktor tersebut, sebutnya yang menyebabkan perundungan tidak kunjung berhenti atau mereda. 

“Semua faktor-faktor tersebut bermuara dalam aturan yang tidak memakai aturan Allah dan tujuan pendidikan saat ini,” ujarnya. 

Itu semua lanjutnya, jauh panggang dari api, karena anak-anak mengalami perundungan, pergaulan bebas dan banyaknya tawuran sehingga tidak bisa mencetak generasi yang kita inginkan. 


“Semua itu adalah hasil dari sistem kehidupan sekuler yang rusak karena jauh dari sistem kehidupan Islam kaffah,” pungkasnya.
--------------------------------------- 
(Kontributor : 
Nusroh/PP)