
Keterangan Gambar : Prameswari Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Pakoe Boewono saat berikan keterangan kepada awak media (sumber foto : ist/pp)
SOLO -Parahyangan Post - Karaton Surakarta Hadiningrat tengah bersiap menggelar Kirab Pusaka 1 Suro, tradisi sakral menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro 1959 Tahun Jawa. Atas dhawuh (perintah) SISKS Pakoe Boewono XIII, rapat persiapan digelar pada Jumat (20/6/2025) di Plataran Sasono Hadi, dipimpin langsung oleh Pengageng Parentah Karaton, KGPH Adipati Drs. Dipokusumo, M.Si.
Rapat dihadiri oleh unsur keluarga Karaton termasuk Permaisuri GKR Pakoe Boewono, GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani, dan GRAy Ratih. Dari pihak eksternal, hadir pula perwakilan instansi Pemerintah Kota Surakarta seperti PMI, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Polresta Surakarta, hingga Polsek Pasar Kliwon. Puluhan Abdi Dalem turut serta, mewakili ratusan yang akan terlibat saat kirab berlangsung.
Diputuskan, Kirab Pusaka 1 Suro akan dilaksanakan pada pukul 00:00 WIB, Kamis malam tanggal 26 Juni 2025. Sekitar 5.000 peserta akan berjalan menempuh rute sejauh 7 kilometer dari dalam Karaton Surakarta Hadiningrat melewati Kamandungan, Jalan Supit Urang, simpang Bank Indonesia, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi, dan kembali ke Karaton.
Prameswari Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Pakoe Boewono, menegaskan bahwa Kirab Pusaka ini dilaksanakan atas perintah SISKS Pakoe Boewono XIII dan akan berjalan sesuai dengan jadwal berdasarkan perhitungan Karaton Surakarta Hadiningrat.
“Kirab Pusaka ini merupakan tradisi luhur yang dilaksanakan atas perintah langsung dari SISKS Pakoe Boewono XIII dan akan berjalan sesuai jadwal serta perhitungan waktu menurut kalender Karaton,” ujar Prameswari Karaton, GKR Pakoe Boewono.
Sementara itu, Pengageng Parentah Karaton, KGPH Dipokusumo, menambahkan bahwa tidak ada perubahan rute kirab dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kirab diawali dengan pemukulan lonceng sebanyak 12 kali, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama (wilujengan) demi keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sebagai bagian sakral dari kirab, kerbau bule Kyai Slamet akan menjadi cucuk lampah (pembuka jalan). Tahun ini, sebanyak lima hingga tujuh ekor kerbau bule disiapkan untuk memimpin rombongan kirab.
“Biasanya kami menurunkan lima atau tujuh ekor Kanjeng Kyai Slamet sebagai cucuk lampah dalam kirab 1 Suro,” tutup Dipokusumo. (hr/rld/pp)






LEAVE A REPLY