Empat Musim Pertiwi Jadi Mahakarya yang Luar Biasa Indah Dari Busan yang Festive, Disambut Hangat di Indonesia Putri Marino Raih Nominasi Best Performance
JAKARTA - Parahyangan Post — Film Empat Musim Pertiwi karya penulis dan sutradara Kamila Andini sedang tayang di bioskop. Setelah mendapat sambutan yang meriah saat tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Empat Musim Pertiwi disambut hangat oleh penonton Indonesia. Penonton di Busan merasa Empat Musim Pertiwi membawa perasaan penuh harapan.
Di Busan, pemeran karakter utama film ini, Putri Marino, yang memerankan Pertiwi, juga meraih penghargaan Face of Asia Awards dari majalah gaya hidup Marie Claire Korea Selatan, yang dihelat bersamaan dengan BIFF 2026. Selain itu, Putri juga kini meraih nominasi Best Performance di Singapore International Film Festival (SIGFF) 2026.
Bagi Putri, memerankan Pertiwi memberinya refleksi tentang kekuatan perempuan yang ia berikan untuk orang-orang di sekitarnya.
“Melihat betapa kuatnya Pertiwi dan juga rapuhnya Pertiwi, tapi dia juga bisa menjadi kekuatan untuk orang-orang di sekitarnya. Dan orang-orang di sekitarnya yang juga rapuh, yang juga mengalami ketidakadilan, bisa menjadi kekuatan juga untuk Pertiwi. Aku belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini,” ujar Putri Marino.
Para penonton yang telah menyaksikan Empat Musim Pertiwi pun merasakan kekuatan dan keindahan film ini. Salah satunya aktor Reza Rahadian, yang mengungkapkan film ini memiliki banyak lapisan.
“Film yang indah dan kuat. Film ini berbicara banyak tentang kekuatan perempuan dari berbagai macam lapisan, perspektif seorang ibu, perspektif seseorang yang mungkin dianggap orang yang aneh atau bahkan mereka yang tidak diterima di masyarakat, tapi ternyata punya arti yang sangat dalam bagi kehidupan Pertiwi secara khusus,” ujar Reza Rahadian.
Sementara itu, bagi aktor muda El Putra Sarira, mengungkapkan Empat Musim Pertiwi sebagai sebuah mahakarya kelas dunia. “Mahakarya yang luar biasa indah,” ujar El Putra Sarira.
“Sebagai perempuan, ada rasa marah. Bagaimana perempuan itu sangat mudah dikerdilkan walaupun kita sudah berupaya berani. Bagiku yang menarik itu justru tentang sisi Pertiwi yang punya keahlian lain. Itu sisi yang empowering dari Pertiwi. Dia menolak di posisi sebagai orang yang tidak punya daya, padahal dia bisa melakukan sesuatu yang lain,” ungkap Rachel Amanda yang merasa relate dengan perjalanan Pertiwi.
Empat Musim Pertiwi ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, dengan produser Ifa Isfasnyah. Film ini menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga turut disponsori oleh Oriflame.
Tonton Empat Musim Pertiwi di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms. ***
Tentang FORKA FILMS
Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.
Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:
? Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
? Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018) ? The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
? Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)
? Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)
? Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
? Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)
Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional. - (rd/pp)






LEAVE A REPLY