IBADAH kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana daging itu menjadi sarana memperluas kebaikan.
Dalam perspektif Al-Quran, nilai utama kurban bukan pada dagingnya, melainkan pada ketakwaan yang melandasinya. Karena itu, distribusi daging kurban memiliki dimensi sosial dan spiritual yang sangat dalam. Sejak masa Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, kurban tidak dilepaskan dari semangat berbagi.
Dalam As-Sahihain, Anas bin Malik berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan Kurban sebelum salat Ied, hendaknya ia mengulanginya kurbannya.”
Seseorang berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari pembagian daging kurban, lalu laki-laki itu menceritakan kesusahan yang di alami tetangganya, seakan-akan dia berharap Nabi Muhammad SAW membenarkan perbuatannya.” Maka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam memberi keringanan kepadanya.
Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan orang lain menjadi bagian penting dalam praktik kurban. Bahkan dijelaskan oleh Ibnu ?ajar al-Asqalani bahwa ungkapan tersebut mengisyaratkan adanya kebutuhan nyata dari para tetangga terhadap makanan.
Dalam riwayat lain dari Al-Bara bin Azib, sahabat Abu Burdah mengatakan, “Aku makan dan memberi makan keluargaku serta tetanggaku.” Ini menjadi gambaran nyata bahwa kurban bukan hanya konsumsi pribadi, tetapi momentum berbagi kebahagiaan dengan lingkungan sekitar.
Lebih jauh, Abu Ayyub al-An?ari menjelaskan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW seseorang berkurban dengan satu kambing untuk dirinya dan keluarganya, lalu mereka makan dan memberi makan orang lain. Tradisi ini begitu sederhana, penuh keikhlasan, dan sarat nilai kebersamaan, hingga kemudian berubah ketika manusia mulai berbangga-bangga.
Dari sini kita memahami bahwa esensi kurban bukan pada banyaknya hewan atau besarnya distribusi, tetapi pada ruh berbagi dan ketakwaan yang menyertainya. Daging kurban menjadi wasilah untuk: membahagiakan keluarga, menguatkan hubungan dengan tetangga, dan mengangkat beban kaum fakir.
Kurban mengajarkan bahwa rezeki tidak untuk dinikmati sendiri. Ia harus mengalir. Ketika daging dibagikan, yang sebenarnya tersebar bukan hanya makanan, tetapi juga kasih sayang, empati, dan persaudaraan.
Beyond the meat, qurban adalah tentang menghadirkan takwa dalam bentuk nyata: berbagi, peduli, dan menyatukan hati manusia.
Sumber: Al-Mufassal fi Ahkam al-Udhiyah
=============
AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas
Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
WA: 0857 1873 5254
IG: @aql.qurbancare
www.qurbancare.or






LEAVE A REPLY