Air ada di bumi karena atmosfer yang dapat menjaganya tetap cair, tidak hancur oleh radiasi matahari.
97,5 persen air di bumi air asin. Sedangkan 2,5 persennya adalah air tawar yang terdiri atas lapisan es, gletser, salju (dua pertiga), dan sisanya barulah air permukaan dan air tanah.
Tiap 2 dari 8 orang kekurangan akses ke air bersih. Menurut laporan UN Water Organization, di tahun 2011, 768 juta orang tidak memiliki sumber air bersih untuk minum dan 2,5 miliar orang tidak memiliki sumber air bersih untuk sanitasi.
Dengan pertumbuhan masif populasi bumi, permintaan terhadap air juga akan mengalami kenaikan serta berujung pada kelangkaan air di depan mata, kecuali cara konsumsi kita diubah. Perubahan iklim juga memberi ancaman bagi persediaan air.(Sumber: Balai Wilayah Sungai Sumatera 1).
Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an:
Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.(Surat Al Mu'Minuun ayat:18)
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahamat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (Surat Al Furqaan ayat 48-49)
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah* dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.(Surat Al Furqaan ayat 54)
*(Mushaharah artinya hubungan kekeluargaan yang berasal dari perkawinan, seperti menantu, ipar, mertua dan sebagainya)
Rasulullah SAW pernah melakukan ziarah kubur dan menyiramkan bagian atas makam dengan air. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits:
"Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi Muhammad SAW menyiram kubur putranya, Ibrahim."(HR. Thabrani).
Hal senada juga dijelaskan oleh Imam Al-Mahalli dalam kitab Kanzu al-Gharibin Syarhu al-Mahalli'ala al-Minhaj Juz II halaman 31: "Dan disunnahkan menyiram kuburan dengan air karena Rasulullah SAW melakukan hal tersebut terhadap kuburannya Sa'd bin Mu'adz (hadis riwayat Ibnu Majah) dan Beliau memerintahkan untuk melakukan hal sama terhadap kuburannya Utsman bin Madz'un (riwayat al-Bazzar)."(Sumber: detikcom).
Semoga kita bijak menggunakan air bersih. Ajarkan kepada anak-anak untuk tidak lupa menutup kran air setelah digunakan. Memanfaatkan air hujan untuk menyiram tanaman, pot-tanaman di halaman rumah. Tidak menyisakan air minum dalam botol, gelas kemasan karena tidak selesai diminum lalu ditinggalkan atau dibuang ke tempat sampah. Hemat menggunakan air, tidak berlebihan ketika berwudhu. Memanfaatkan air sisa bilasan mencuci pakaian untuk menyiraman tanaman, pot tanaman di pekarangan rumah.
Semoga generasi yang akan datang tidak kekurangan air bersih untuk kehidupan mereka. ***

.png)




LEAVE A REPLY