
Keterangan Gambar : kolase foto aboe: (Atas) ibu-ibu panitia 'Muharam Ceria'. (Bawah) Lurah Jatisari, Ketua DKM dan pembcaan ayat suci al-Quran oleh anak yatim.
Bekasi, parahyangan-ppost.com- Meski sudah di Bulan Syafar, namun semangat berbagi dalam rangka peringatan tahun baru Islam oleh Majelis Taklim Daarul Ittihad, Komplek Perumahan Jatisari Permai, Kota Bekasi, tetap Tinggi. Melalui kegiatan bertajuk "Muharam Ceria 1448 H" yang digelar pada Ahad (26/7/2026), mereka memberikan santunan kepada 61 anak yatim serta pembagian ratusan doorprize bagi jamaah dan tamu undangan yang hadir.
Masing-masing anak yatim menerima uang tunai sebesar Rp500.000, serta paket berisi mukena (untuk anak perempuan), sarung (untuk anak laki-laki) , Al-Qur'an, makanan ringan, dan sembako. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai acara yang dihadiri sekitar seratus jamaah dan tamu undangan tersebut. Karena mereka pun mendapat hiburan segar dari pendongeng dan motivator terkenal Kak Adhip.
Ketua Panitia Sri Supartini didampingi Sekretaris Ary Mugiasih menjelaskan, kegiatan Muharam Ceria tahun ini berhasil menghimpun dana lebih dari Rp68 juta. Dana tersebut berasal dari donasi warga Perumahan Jatisari Permai (khususnya RW 15) , para dermawan/donatur, serta peket dari Wali Kota Bekasi.
"Alhamdulillah, berkat kebersamaan warga dan para donatur, kegiatan santunan untuk anak-anak yatim dapat kembali terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," ujar panitia.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan dari Ketua DKM Daarul Ittihad yang diwakili oleh Ustaz Ahmad Musodiq, Ketua RW 15 Zainudin, M.Pd., serta Lurah Jatisari Muhidin Assegaf.
Dalam sambutannya, Lurah Jatisari Muhidin Assegaf menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Taklim Daarul Ittihad yang secara konsisten menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan orang yang memiliki harta, ilmu, maupun kemampuan. Yang masih perlu terus ditumbuhkan adalah kepedulian sosial kepada sesama.
"Orang kaya di Indonesia banyak. Orang pintar di Indonesia banyak. Orang hebat di Indonesia banyak. Yang kurang adalah orang-orang yang peduli kepada sesama, terutama peduli kepada anak yatim," ujar Muhidin Assegaf.
Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan Majelis Taklim Daarul Ittihad merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Muhidin berharap semangat berbagi seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas maupun lingkungan lainnya.
"Saya sangat mengapresiasi Majelis Taklim Daarul Ittihad yang telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada anak-anak yatim. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi," katanya.
Selain santunan, panitia juga menyiapkan ratusan doorprize yang dibagikan kepada jamaah dan tamu undangan sebagai bentuk kebersamaan dalam memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui kegiatan Muharam Ceria 1448 H, Majelis Taklim Daarul Ittihad berharap momentum bulan Muharam menjadi pengingat pentingnya memperkuat solidaritas sosial, memperluas kepedulian terhadap anak-anak yatim, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY