Home Hukrim Massa Geruduk PN Jaktim, Orator: Copot Panitera Marlin Simanjuntak

Massa Geruduk PN Jaktim, Orator: Copot Panitera Marlin Simanjuntak

Tolak Eksekusi Lahan Bangunan:

164
0
SHARE
 Massa Geruduk PN Jaktim, Orator: Copot Panitera Marlin Simanjuntak

JAKARTA - Parahyangan Post - Puluhan massa menuntut Marlin Simanjuntak Ketua Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) segera di pecat. Para aktivis tersebut menilai ada kesepakatan jahat dalam putusan perkara perdata. 

Eksekusi tanah yang dilaksanakan oleh PN Jaktim pada Selasa 21 Juni 2022 dua hari lalu di RT 014 RW 03 Pintu 2 TMII, Ciracas, Jakarta Timur. Oskar Vendom mengatakan saat eksekusi lahan serta bangunan sempat terjadi bentrok dengan warga. Ia menduga ada mafia tanah dalam eksekusi tanah dilokasi tersebut. 

" Kemarin di mana para sahabat-sahabat aktivis dan kuasa hukum dari tergugat meminta untuk dibacakan PK, eksekusi yang dilakukan kemarin tanggal 21 Juni 2022  Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak menggubris hal ini," tegas koordinator aksi demo di depan PN Jaktim, Jum'at (24/6/2022). 

Bahkan, saat eksekusi berlangsung menurutnya PN Jaktim memerintahkan aparat gabungan baik dari TNI, Polri serta Satpol PP mengusir warga yang tengah mencari keadilan. Oskar menambahkan banyak warga dan aktivis mengalami luka pada saat itu. PN Jaktim didemo pada Kamis siang (23/6). 

Selain itu, sejumlah barang milik warga pun mengalami kerusakan. Kemudian, letak lokasi eksekusi yang dilakukan oleh PN Jaktim berbeda. Rumah warga yang telah dieksekusi menurutnya tidak memperoleh pergantian uang. Diperkirakan, luas tanah yang dieksekusi 300 m2. 

" Pengadilan Negeri Jakarta Timur copot Bapak Marlin Simanjuntak sebagai Panitera," kata pendemo. 

Sementara, Humas PN Jaktim Alex Adam Faisal SH mengatakan bahwa dialog terhadap massa aksi tersebut tak lain ialah meminta keadilan. Pertemuan kedua pihak antara PN Jaktim dan sejumlah aktivis berlangsung di ruang rapat pimpinan. 

" Mereka meminta keadilan terhadap pelaksanaan eksekusi yang dijalankan oleh PN Jaktim, Selasa kemarin (21/6)," jelas Alex saat dikonfirmasi. 

Ia menambahkan perkara perdata yang didemo warga Jakarta Timur tersebut ditangani oleh Panitera/Panitera Muda Perdata. 

Menurutnya, inti demo ke PN Jaktim massa keberatan dengan pelaksanaan eksekusi. Lebih lanjut, Alex menyarankan untuk informasi tentang perkara ini bisa menghubungi langsung kepada Panitera.  

" Mengenai perkaranya, tanya ke Panitera/Panmud Perdata," kata Humas PN Jaktim. 

Komunikasi dua arah baik massa aksi maupun pihak pengadilan bermediasi diruang rapat pimpinan. Dialog tersebut dilakukan secara tertutup. Namun, setelah diterima dan bertemu oleh pihak pengadilan perwakilan massa meninggalkan kantor PN Jaktim.

(Didi/pp)