
Keterangan Gambar : Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin (foto aboe)
Jakarta, parahyangan-post.com- Nama Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin, belakangan menjadi perbincangan terkait aktivitasnya yang dinilai menonjol di Board of Piece (BoP). Dan dianggap berseberangan dengan pendapat arus utama.
Bahkan sejumlah pengamat menilai, Rasmin seolah-olah ‘jubir’ BoP untuk kalangan ulama, dikaitkan dengan posisi berdirinya, saat Presiden Prabowo Subianto memberi penjelasan di Istana.
Ustad Zaitun Rasmin sudah mebantah berkali-kali stigma yang diarahkan padanya, dan menyatakan perjuangan dakwahnya tidak berubah. Yakni tetap tegak lurus dengan apa yang dibangunnya selama ini.
Soal Palestina, katanya, pendiriannya kokoh. ”Palestina harus merdeka. Genozida Israel di Gaza harus dihentikan” bahkan di Wahdah Islamiyah ada lembaga internal bernama Komite Solidaritas Palestina (KITA PALESTINA) yang diketuai Ustad Ilham Jaya. Ilham adalah Ketua DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta,
Kepada sejumlah wartwan Muslim pada ”Media Gathering Wahdah Islamiyah ”, di sekretariatnya, Lt.9, Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan Jakarta Selatan, Senin 16/3, Rasmin menjelaskan posisi dakwahnya, yang tetap kokoh untuk kepentingan umat.
Ia pun memberikan informasi yang terbaru mengenai perkembangan BoP, yang menurutnya dalah sebuah strategi cerdik dari presiden Prabowo dalam upaya membantu perjuangan Palestina dari ’dalam’.
Namun ia minta sebagian penjelasannya tidak dipublish karena bisa menimbulkan salah tafsir lagi. Yang jelas, menurutnya, bahwa posisi dakwahnya tidak berubah, seperti yang dikhawatirkan banyak orang. Termasuk oleh seorang peserta Media Gathering, Sodiq Ramadhan, yang menanyakan kepadanya, apakah arah dakwahnya sudah melenceng?
Ramadhan yang mengikuti perjuangan Rasmin sejak awal merasa perlu memberi klarifikasi karena suara di luaran cukup mengganggu.
Rasmin dengan tegas menjawab arah perjuangan tidak akan pernah berubah, tetap kokoh untuk kepentingan umat.
Perjuangan DKI
Media Gathering dihadiri belasan wartawan Muslim. Diprakarsai Biro Humas Wahdah Islamiyah yang diketuai Ustad Jumli Alam, dan Anggota Ustad Anwar Aras.
Selain Rasmin, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta Provinsi DKI Jakarta Ustad Ilham Jaya hadir.
Ilham Jaya menyampaikan beberapa point program Wahdah Islamiyah di Jakarta, diantaranya, pendidikan pemberantasan aksara Al-Qur’an. Menurut Ilham, program ini menyasar orang dewasa dengan aktivitas mengajarkan baca Al-Qur’an kepada masyarakat usia dewasa yang belem bisa membaca Al-Qur’an.
Program kedua adalah Pendidikan Dai dan Mubaligh untuk menyiapkan dan mengader para dai untuk disiapkan menjadi khatib Jumat, penceramah majelis taklim dan lainnya.
Dengan program ini, Wahdah berharap mubaligh yang diterjunkan ke masyarakat memiliki kualitas yang diharapkan dan dapat memainkan peran penting.
Selain memimpin Wahdah DKI Jakarta, Ilham juga diamanahi sebagai KetuaKITA Palestina.
Ia menjelaskan KITA Palestina dibentuk dengan fokus melaksanakan edukasi publik mengenai isu kepalestinaan. Selain menggelar kegiatan-kegiatan edukasi kepalestinaan, KITA Palestina juga turut serta dalam konferensi-konferensi internasional tentang Palestina seperti di Qatar maupun Turkiye.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY