Home Agama Ketua Al Washliyah Bali Serukan Umat Islam Bersikap Tasamuh

Ketua Al Washliyah Bali Serukan Umat Islam Bersikap Tasamuh

Dalam rangka menyambut Hari Nyepi dan Idul Fitri yang hampir bersamaan

392
0
SHARE
Ketua Al Washliyah Bali Serukan Umat Islam Bersikap Tasamuh

Keterangan Gambar : foto ilustrasi

DENPASAR, parahyangan-post.com – Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) Provinsi Bali, mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Al Washliyah untuk senantiasa menampilkan sikap tasamuh (toleransi) menjaga ketertiban, serta menghormati kekhusukan umat yang melaksanakan ibadah.

“Dalam rangka menyambut dan menghormati Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu di Bali, kami mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Al Washliyah untuk senantiasa menampilkan sikap tasamuh (toleransi), menjaga ketertiban, serta menghormati kekhusukan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah,” ujar Ketua PW Al Washliyah Bali, Sujono, kepada media, Ahad,15 Maret 2026/25 Ramadan 1447 H.

Seruan disampaikan  sehubungan  perayaan Nyepi dan Idul Fitri 1447 H hampir bersamaan.

Pada dasarnya, kata Sujono, organisasi Islam Al Washliyah di Bali, konsisten menyerukan sikap tasamuh (toleransi), saling menghormati, dan menjaga persatuan dalam perbedaan penetapan maupun praktek keagamaan. “Dalam konteks perayaan Brata penyepian di Bali, semangat yang sejalan dengan pesan agar umat Islam menghormati kekhusyukan Nyepi, menjaga ketertiban, dan menampilkan Islam yang damai, dewasa, serta Rahmatan lil ‘alamin,” tegas Sujono.

“Saya seorang yang lahir di Bali sudah terbiasa dengan kondisi dan beradaftasi dengan lingkungan. Bagi saya perbedaan agama dan budaya adalah keniscayaan yang harus dihargai, bukan dijadikan alasan untuk konflik dan menekankan. Toleransi berarti menghormati keyakinan orang lain tanpa harus mencampuradukkan akidah,” sambung Sujono.

“Karena itu, terhadap perayaan Nyepi di Bali, saya dan umat Islam di Bali dianjurkan untuk menghormati suasana hening, menjaga ketertiban, serta menunjukkan sikap saling menghargai sebagai wujud akhlak Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap ini sejalan dengan pernyataannya bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan Indonesia menjadi contoh praktek toleransi lintas agama,” paparnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Hari Suci Nyepi jatuh pada hari Kamis 19 Maret 2026, sementara 1 Syawal 1447 H/Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Jumat 20 atau Sabtu 21 Maret 2026.(menunggu sidang istbat Kemenag bersama pimpinan Ormas Islam, ilmuan dan duta negara sahabat). Namun demikian, perayaan dua agama di Bali, berbeda hari.

Info lain yang berhasil dikumpulkan bahwa sikap toleransi antar umat beragama di wilayah Bali, selama ini berlangsung cukup tinggi, harmonis dan saling menghormati, termasuk pada perayaan Hari Suci Nyepi. “Umat Islam di Bali telah memberikan contoh toleransi beragama, betapa indahnya saling hormat-menghormati, padahal umat Islam di Bali termasuk kaum minoritas,” ucap seorang kader Al Washliyah di Jakarta.*** (pp/aboe/sir)

------

Al Washliyah  (Al Jam’iyatul Washliyah) adalah Ormas Islam yang berdiri sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 30 November 1930/9 Rajab 1349 H di Kota Medan, Sumatera Utara. Keanggotaannya meliputi 35 wilayah (provinsi) dan 250 lebih kabupaten/kota di Indonesia, 8 pengurus luar negeri. 

Tahun ini Al Washliyah akan menyelenggarakan Muktamar ke-23 di Jakarta.