Home Siaran Pers Ericsson Luncurkan Radio dan Software Berbasis AI untuk Dorong Jaringan Masa Depan Indonesia

Ericsson Luncurkan Radio dan Software Berbasis AI untuk Dorong Jaringan Masa Depan Indonesia

121
0
SHARE
Ericsson Luncurkan Radio dan Software Berbasis AI untuk Dorong Jaringan Masa Depan Indonesia

Radio AI-ready, antena, dan software RAN yang terbaru akan meningkatkan performa uplink, efisiensi energi, dan kecerdasan jaringan

Fitur berbasis AI membuat operator mampu mengoptimasi jaringan secara real-time dan memperkenalkan layanan konektivitas yang terdiferensiasi

Inovasi-inovasi ini mendukung transformasi digital Indonesia dan perluasan jaringan 5G

Ericsson (NASDAQ: ERIC) memperkenalkan portofolio baru yang mencakup radio AI-ready, antena, serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) yang ditingkatkan dengan AI. Solusi ini dirancang untuk membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi masa depan.

Di saat aplikasi berbasis AI tumbuh dengan cepat secara global, jaringan seluler dituntut untuk menghadirkan performa yang semakin tinggi, termasuk kapasitas uplink yang lebih kuat, latensi yang lebih rendah, serta reliabilitas dan efisiensi energi yang lebih baik. Portofolio terbaru Ericsson menjawab kebutuhan yang kian berkembang, sekaligus memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan efisien secara biaya.

Mendukung Ambisi 5G Indonesia

Seiring dengan percepatan agenda 5G nasional di Indonesia–dengan pemerintah menargetkan cakupan sekitar 32% pada 2030–kesiapan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan spektrum, dan pengembangan jaringan yang berkelanjutan masih menjadi prioritas strategis untuk operator maupun pembuat kebijakan. 

Solusi yang tepercaya, aman, dan terukur yang akan mengoptimasi penggunaan spektrum, meningkatkan performa, dan meningkatkan efisiensi biaya akan menjadi faktor krusial untuk mempercepat adopsi 5G secara nasional sambil memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang. 

Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia mengatakan, “Seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas – tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Di Ericsson, kami melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan ini. Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia  mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang.” 

Mendorong Kinerja Operator dan Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Portofolio baru ini mencakup sepuluh perangkat radio yang siap mendukung AI, peningkatan kemampuan software RAN, serta lima antena berkinerja tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, meningkatkan kinerja uplink, dan mempermudah proses implementasi.

Dengan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam lapisan hardware dan software, operator dapat mengoptimalkan sumber daya jaringan secara lebih dinamis, meningkatkan pengelolaan lalu lintas, serta mendorong efisiensi operasional. Langkah ini sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung gelombang inovasi 5G berikutnya.

Fitur berbasis AI, seperti beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas dan latensi yang lebih canggih, memungkinkan alokasi kapasitas jaringan dilakukan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data. Dengan kemampuan ini, penyedia layanan dapat memaksimalkan investasi infrastruktur sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.

Bagi pengguna, kemajuan ini akan menghadirkan konektivitas yang lebih konsisten dan andal—mulai dari streaming video yang lebih lancar, pengalaman bermain game seluler yang lebih mulus, hingga aplikasi real-time berbasis AI. Di sisi lain, konektivitas yang dapat dibedakan berdasarkan latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan juga membuka peluang bagi operator untuk menghadirkan layanan lebih beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen konsumen maupun korporasi. Hal ini sekaligus menciptakan peluang monetisasi baru di luar paket data konvensional.

Nora Wahby menambahkan, “AI-ready RAN bukan lagi sekadar evolusi jaringan, melainkan sebuah transformasi dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan. Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dan semakin kompleksnya berbagai use case, operator membutuhkan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time. Dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat radio, antena, dan software, kami memungkinkan jaringan yang dapat memanfaatkan spektrum secara lebih efisien, meningkatkan kinerja uplink, serta pada akhirnya menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik. Kami bangga dapat menghadirkan solusi tepercaya, aman, tangguh, dan siap menghadapi masa depan bagi seluruh pelanggan kami di Indonesia, guna mendukung percepatan pengembangan 5G nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2025.”  (rd/pp)