Home Profil Dari Belajar Coding ke Silicon Valley: Pelajaran dari Xaviera Putri

Dari Belajar Coding ke Silicon Valley: Pelajaran dari Xaviera Putri

2,970
0
SHARE
Dari Belajar Coding ke Silicon Valley: Pelajaran dari Xaviera Putri

Kreator teknologi muda asal Indonesia, Xaviera Putri, menjadi salah satu kreator digital yang diundang langsung oleh Google untuk menghadiri Google I/O 2025, konferensi teknologi tahunan terbesar yang digelar di Silicon Valley. Sebagai exclusive talent Fast Fluence, Xaviera berkesempatan mengikuti berbagai sesi bersama para pemimpin teknologi dunia dan menjajal langsung fitur-fitur terbaru berbasis AI.

Tak sekadar hadir sebagai peserta, Xaviera membagikan 5 pelajaran penting dari pengalaman berkesannya di Google I/O. Tak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang proses belajar, tumbuh, dan menjadi bagian dari generasi muda di era digital.

Bukan Sekadar Canggih, Teknologi Harus Bisa Diakses dan Dimengerti

Salah satu sorotan dari Google I/O 2025 adalah Gemini AI, asisten digital berbasis kecerdasan buatan yang kini dilengkapi dengan fitur real-time translation untuk video call dan integrasi di berbagai aktivitas harian lainnya. Bagi Xaviera, kecanggihan teknologi seperti ini hanya akan berdampak jika bisa dimengerti dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas.

“Dari dulu aku tuh selalu yakin kalau teknologi—jika digunakan secara bijak—bisa jadi jembatan buat belajar,  kerja, dan banyak hal lain. Tapi aku sadar banget bahwa masih banyak orang yang belum tahu cara pakainya,” kata Xaviera lewat unggahan Instagram-nya.

Itu sebabnya, ia merasa penting untuk hadir sebagai jembatan yang membantu publik memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan inklusif.

Nggak Harus Jago Duluan, yang Penting Mau Belajar

Xaviera mengingat kembali masa awalnya ketika belajar coding. Ia mengaku sempat merasa tertinggal karena banyak teman yang lebih dulu mahir. Namun, dukungan dari keluarga terutama orang tua membuatnya bertahan dan tetap percaya diri.

“There were many times I felt so lost, but I’m thankful that I decided to push through. Thank you Mom & Dad for always believing in me, when I thought I couldn’t,” tulisnya.

Kini, ia ingin menyampaikan pesan sederhana tapi penting ke generasi muda: semua orang punya proses dan waktunya masing-masing. Belajar teknologi nggak harus langsung expert, yang penting terus maju dan tetap curious.

Belajar Itu Nggak Ada Habisnya, Bahkan di Pusat Inovasi Dunia

Mengikuti Google I/O mempertegas keyakinan Xaviera bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Ia bertemu langsung dengan para developer dan builder dari berbagai negara yang terus belajar dan beradaptasi, meskipun sudah berada di industri teknologi terdepan.

“Di sini aku belajar bahwa di balik sebuah penemuan hebat, ada tim yang selalu siap berkoordinasi dan siap untuk ‘belajar terus’. Which I truly agree! Belajar itu emang nggak ada abisnya guys,” tulisnya di media sosial.

Pengalaman itu makin memotivasinya untuk membagikan semangat belajar yang konsisten, apalagi di bidang teknologi yang terus berubah setiap hari.

Pentingnya Ruang Aman untuk Eksplorasi & Koneksi

Selain mengikuti sesi keynote dari Sundar Pichai dan Demis Hassabis, Xaviera juga hadir dalam diskusi-diskusi privat bersama para pemimpin proyek AI Google. Di sana, ia merasa belajar bukan hanya dari materi—tapi dari atmosfer komunitas yang saling support dan kolaboratif.

“Ketemu langsung sama para developers yang super inspiratif bikin aku makin yakin bahwa kita semua bisa tumbuh kalau punya ruang yang mendukung,” katanya.

Menurutnya, dunia teknologi bukan cuma soal skill, dunia teknologi tak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga soal komunitas yang memberi ruang untuk saling belajar dan bertumbuh—terutama bagi anak muda yang baru mulai terjun ke industri ini.

Dari Pengalaman Pribadi ke Misi yang Lebih Besar

Perjalanan Xaviera ke Google I/O 2025 menjadi momen penting dalam karier dan kehidupan pribadinya. Dari belajar coding sendiri, melewati masa sulit pasca kehilangan ibunya, hingga akhirnya bisa berbagi panggung dengan pemimpin inovasi dunia, ia merasa momen ini adalah refleksi besar dari perjuangan yang telah dilaluinya.

“Sekarang aku bisa mendapatkan sedikit cuplikan gimana rasanya berada di pusat inovasi dunia. Tapi lebih dari itu, rasanya seperti akhirnya lulus dari versi lama diriku yang dulu masih bingung arah hidup,” jelasnya.

Lewat semua pengalamannya, Xaviera berharap bisa terus menjadi penghubung antara teknologi dan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan akses yang tepat, komunitas yang suportif, dan keberanian untuk mulai, siapa pun bisa bertumbuh dan memberikan dampak.

Ingin tahu lebih banyak tips seputar teknologi dari Xaviera Putri? Ikuti terus keseruannya di Instagram Xaviera Putri.

Tentang Gushcloud International 
Gushcloud International adalah perusahaan digital talent dan media berbasis teknologi global, yang berfokus pada influencer marketing, entertainment, dan commerce. Kami menghubungkan audiens dan brands dengan influencers dan content creators melalui representasi dan manajemen, brand strategy, marketing and activation services, media production sales and distribution, licensing and co-creating significant IP pada konten, media, dan event.


Gushcloud International memiliki empat unit: Agency, Studios, Entertainment, dan Live. Perusahaan ini memiliki 250 karyawan dengan kantor di 11 negara yaitu Singapura (kantor pusat), China, Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan Vietnam. (rd/pp)