
Keterangan Gambar : Ketua Gerakan Pemuda Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka & Kuningan), Idris Rifandi, SH membagi cerita bahwa dirinya belum lama ini melakukan audiensi dengan tokoh nasional yang juga berasal Cirebon sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.
JAKARTA II Parahyangan Post – Catatan akhir pekan menemani kopi pagi redaksi ParahyanganPost hari ini, datang dari Ketua Gerakan Pemuda Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka & Kuningan), Idris Rifandi, SH membagi cerita bahwa dirinya belum lama ini melakukan audiensi dengan tokoh nasional yang juga berasal Cirebon sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.
Kali ini Idris berbincang santai tidak masuk langsung dalam topik kemaritiman yang menjadi kepakaran Prof. Rokmin, melainkan diawali membahas kasus yang Idris tangani tentang dugaan penyekapan dua orang perempuan pekerja migran Warga Negara Indonesia (WNI) berinisal I asal Kabupaten Cirebon dan NH asal Lombok Timur oleh warga UEA yang bukan majikan mereka, terjadi pada awal Desember 2025 lalu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Ditemui di ruang kerja lantai enam Gd. Nusantara 1 komplek parlemen Senayan pada Selasa sore yang sejuk pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Idris sebagai kuasa hukum keluarga korban menyampaikan kronologi kejadian dan dirinya telah melakukan korespondensi dan berkoordinasi dengan pihak KBRI di Abu Dhabi Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik dan korban kini telah berada dalam perlindungan KBRI Abu Dhabi dan dalam proses pendalaman keterangan serta pengurusan kepulangan ke tanah air. Idris mengemukakan keprihatinan atas problem klasik rawannya keselamatan para pekerja migran yang selalu terulang, kali ini ditanganinya sendiri dan salah satunya merupakan warga Cirebon.
Idris Rifandi: Pekerja Migran dan Akses Kemakmuran yang Timpang
Idris menjelaskan, laporan mengenai dugaan penyekapan itu diterima pihaknya dari keluarga korban berinisial I di Cirebon. Menurut informasi awal, I bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kemudian keluarga kehilangan akses komunikasi selama beberapa bulan. Keluarga kemudian menelusuri berbagai akun media sosial korban dan menemukan pesan darurat tentang perkiraan lokasi keberadaan korban di sebuah apartemen di Kawasan Abu Dhabi. Berangkat dari informasi awal itulah Idris kemudian menindaklanjuti dengan berkorespondensi dengan pihak KBRI Abu Dhabi.
“Kami datang untuk meminta arahan dan dukungan Prof. Rokhmin Dahuri. Kasus seperti ini tidak boleh kembali terulang, terutama menyangkut problem kesejahteraan yang menjadi akar penyebab korban I memutuskan berangkat bekerja ke Abu Dhabi.” Keputusan serupa menurut Idris terjadi juga di banyak keluarga pra-sejahtera di Cirebon, ujar Idris pada ParahyanganPost. Karena itulah dalam kesempatan ini dirinya menemui Prof. Rokmin yang juga anggota DPR RI asli Cirebon dan dikenal memiliki perhatian dan komitmen terhadap isu kesejahteraan rakyat Cirebon Raya, sebagaimana terpampang di laman resmi pribadinya, “Menjadikan Jawa Barat sebagai tempat untuk memproduksi kemakmuran dan kemulyaan dengan semangat sinergi dan kolaborasi.”
Prof. Rokhmin Dahuri Apresiasi Langkah Pemuda
Prof. Rokhmin Dahuri mengapresiasi inisiatif Gerakan Pemuda Ciayumajakuning yang cepat merespons aduan masyarakat. Ia menilai peran organisasi kepemudaan di daerah sangat penting dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan kesejahteraan serta berbagai isu daerah lainnya.
Prof. Rokhmin memberikan pandangan bahwa mengatasi problem kesejahteraan harus dilakukan lewat pendekatan komprehensif dan mengandaikan adanya sinergitas dan kolaborasi berbagai pihak termasuk generasi muda seperti Idris dan kawan-kawan di Gerakan Pemuda Ciayumajakuning.
Idris mengaminkan hal tersebut dan mengafirmasi bahwa elemen kepemudaan dalam melakukan pergerakannya bukan hanya melulu mendesak pemerintah dan parlemen lewat aksi dan kerja-kerja atributif seremonial, namun harus terlibat lebih esensial yaitu membangun pengetahuan dan kesadaran kritis masyarakat sehingga masyarakat berdaya dan terbangun sebuah ekosistem kemakmuran bersama yang berkeadilan sosial. - (dj/pp)






LEAVE A REPLY