Home Nusantara Warga Cakung Barat Sempat Didatangi Polisi Bertahan di Lokasi Pembangunan Tol

Warga Cakung Barat Sempat Didatangi Polisi Bertahan di Lokasi Pembangunan Tol

61
0
SHARE
Warga Cakung Barat Sempat Didatangi Polisi Bertahan di Lokasi Pembangunan Tol

JAKARTA [ www.parahyangan-post.com ] - Pembangunan jalan Tol di Cakung masih terus dikerjakan oleh sejumlah pekerja proyek H Mustakim justru kekeh bertahan. Pemilik tanah dan bangunan di RT 05/02 Cakung Barat Kecamatan Cakung Jakarta Timur mengatakan dirinya belum memperoleh uang pembebasan dari perintah. 

Didepan anggota DPRD DKI Jakarta, dia menceritakan pernah didatangi anggota Intel Polsek Cakung. Kata Mustakim, keluarganya akan tetap bertahan tinggal dilokasi tersebut selama pembayaran belum diterima. Meskipun, pembangunan jalan Tol terus digenjot disekitar tempat tinggalnya. 

" Saya pernah didatengin polisi, Kanit Intel Polsek Cakung dia bilang kenapa bapak ini belum pindah ?. Saya bilang saya mau pindah kemana pak dibayar aja belum," kata Mustakim, Jum'at (23/4/2021). 

Kemudian, pemilik tanah yang belum sepeser pun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan isu pembangunan jalan sudah diterima sejak 2016 lalu. Tetapi hingga bulan April 2021 ini sebanyak 4 KK termasuk dirinya tak kunjung dilunasi. 

Kemudian, Mustakim bersama adik dan kakaknya dengan jumlah luas tanah 298 (m2) meter persegi kini masih berada di lokasi pembangunan. Sebelumnya, dia sempat dijanjikan oleh pegawai Dinas Binamarga tanah serta bangunan untuk pembebasan akan dibayar diatas harga NJOP. 

Dia menambahkan, telah merogoh kocek sekitar Rp 14 juta-an untuk biaya PBB setiap tahunnya. Mustakim serta Amir Mahmud menegaskan tidak akan melepaskan tanah dan rumahnya untuk pembangunan jalan Tol bila pemerintah membayar dibawah nilai jual objek pajak (NJOP) di Jakarta. 

Komisi D menjelaskan warga korban pembangunan kebingungan perihal pembebasan lahan yang akan digunakan untuk sarana transportasi. Syahroni bersama Muhayar minta Kepada Dinas Binamarga DKI Jakarta untuk terjun kelapangan dan mengevaluasi kinerja timnya. 

" Pada hari ini saya mengatakan Kepala Dinas yang namanya Hari itu tolong turun ke masyarakat jangan main asal gusur aja untuk pembangunan. Bayangin kalau yang digusur itu adik, kakak atau ibunya dibayar tanahnya separuh harga. Gusur itu juga harus pakai hati nurani," tegasnya. 

Ia menduga selama proses pembebasan lahan di Cakung Barat ada kesalahan dalam menghitung proses pembayaran lahan milik warga yang komplain ini. Sebab, bila pembayaran dibawah NJOP masyarakat tentunya akan berontak dan menolak.

(didi/pp)