Home Hukrim Video Syur Gisel Viral Hak Asuh Anak Bakal di Cabut

Video Syur Gisel Viral Hak Asuh Anak Bakal di Cabut

652
0
SHARE
Video Syur Gisel Viral Hak Asuh Anak Bakal di Cabut

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Gisella Anastasia alias Gisel dan MYD berstatus tersangka pemeran video syur oleh Polda Metro Jaya disampaikan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dapat dikenakan pasal berlapis. 

Atas perbuatannya, Arist Merdeka Sirait mengatakan hak asuh Gisel atas anaknya dapat dicabut untuk sementara melalui ketetapan pengadilan. Gisel serta MYD dikenakan pasal berlapis yakni
UU RI tentang ITE dan UU RI tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 6-12 tahun. 

" Demi kepentingan terbaik anak dan masa depan anak, Gading Marten sebagai orang tua Gempita dapat mengajukan penetapan hak asuh melalui pengadilan dengan dasar bahwa Gisel mempunyai prilaku tak layak mengasuh anak," ujar Aris, Rabu (29/12/2020). 

Prilaku tak layak mendidik dan mengasuh anak menurut Komnas PA, bahwa menurut pengakuan Gisel dan MYD video syur yang menghebohkan itu dengan sengaja dibuat pada tahun 2017. Video syur ini dibuat disalah satu Hotel di Medan dan sebelum Gisel bercerai dengan Gading Marten tahun 2019 lalu. 

" Prilaku dan perbuatan Gisel dan MYD telah mencederai hak anaknya dan anak-anak usia remaja di Indonesia. Tidak terbantahkan lagi selain pengakuan Gisel atas produksi video itu. Hasil dari forensik dan ahli ITE juga menyimpulkan bahwa pemeran video syur itu identik dengan Gisel dan MYD sehingga Polda Metro Jaya menetapkan Gisel dan MYD sebagai tersangka," ungkap dia lagi. 

Walaupun menurut pengakuan tersangka tak ikut menyebarluaskan video konten dewasa kepada publik, Komnas PA melanjutkan UU RI tentang ITE dan UU RI tentang Pornogtafi dengan ancaman hukuman 6-12 tahun. Selain itu, salah satu unsur untuk mencabut hak asuh anak sudah terpenuhi yakni prilaku tak mendidik anak. 

" Gisel dengan ketidak hati-hatianya sehingga dapat disebut juga Gisel dan MYD ikut serta selain memproduksi namun juga dapat disebut ikut serta menyebarluaskan," jelas Aris.

(didi/pp)