Home Edukasi UIA Lantik Mahasiswa Baru

UIA Lantik Mahasiswa Baru

Disertai dengan Kuliah Umum Perdana

820
0
SHARE
UIA Lantik Mahasiswa Baru

Keterangan Gambar : Ketua Yayasan UIA Prof. DR. H. Dailami Firdaus SH, LLM, saat memberi sambutan pada pelantikan mahasiswa baru ( foto aboe)

Jaiwaringin, parahyangan-post.com- Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) menyelenggarakan kuliah umum perdana. Sekaligus pengukuhan mahasiswa baru tahun ajaran 2023/2024, di aula Alawiyah, kampus 2, Jl. Jatiwaringin, Pondok Gede, Sabtu 23/9.

Pengukuhan ditandai dengan pengenaan ‘jaket hijau’ secara simbolik  oleh Ketua Yayasan UIA Prof. DR. H. Dailami Firdaus SH, LLM kepada calon dari  masing-masing perwakilan fakultas. Kemudian diikuti oleh seluruh mahasiswa.

Jaket hijau adalah identitas  kebanggaan kampus yang didirikan oleh ulama terkenal KH Adullah Syafe’i ini. Dan menjadi ikon tersendiri saat mereka berintekasi dengan masyarakat. Juga dalam aksi-aksi demonstrasi  menuntut perubahan,  yang melibatkan berbagai elemen kampus lain.  

Ketua Yayasan UIA Prof Dailami  mengatakan dengan mengenakan jaket hijau tersebut maka calon mahasiswa yang sebelumnya telah menjalani  masa perkenalan (taaruf) selama tiga hari (19-21 September)  resmi menjadi mahasiswa UIA.

Dalam sambutannya Prof Dailami yang juga senator  RI  Dapil Jakarta ini mengatakan, UIA merupakan kampus yang mempunyai identitas jelas. Yaitu tempat berpadunya ilmu dan agama. Dengan motto Good to Great  UIA menginginkan  para lulusannya, berilmu dan  beriman. Karena ilmu tanpa iman bisa menjadikan manusia kufur nikmat dan sombong. Apalagi dalam menghadapi perkembangan dunia  yang sangat cepat ini.

“Sekarang kita  memasuki  industri 5.0 yang  sangat canggih,  yang akan terus mengubah struktur  sosial masyarakat. Kita belum tahu kemana arah perubahan itu. Tapi yang jelas dampak dari perubahan itu dahsyat sekali. Nah untuk mengimbangi perubahan itu perlu iman yang kuat,” tutur cucu KH Adullah Safe’i ini.

Dengan mengutip pendapat seorang professor dari Jerman, Prof Dailami mengatakan, indusri 5.0 akan menghilangkan ribuan  lapangan kerja akibat dari temuan-temuan di bidang robotik,  Artificial  Intelligence (AI) – Kecerdasan Buatan,  Teknologi Nano dan Kwadran.

Ketimpangan budaya akibat temuan-temuan itu akan semakin lebar. Makanya UIA menjawab tantangan itu dengan meningkatkan literasi digital, literasi teknologi dan literasi manusia.

“Kehilangan  ribuan lapangan kerja manual itu memunculkan  lapangan kerja baru, yang membutuhkan keterampilan dan kecerdasan khusus. Untuk itu perlu bekal. UIA adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan bekal itu,” tegasnya.

Lulusan UIA, lanjut Prof Dailami, dipersiapkan untuk adaptif, handal dan inovatif dalam menjawab disrupsi budaya, dan tantangan industry 5.0 tersebut.

Sementara itu Direktur Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UIA Hayat Zainuni SH menjelaskan, mahasiswa baru yang dilantik sebanyak 976 orang. Jumlah mahasiswa keseluruhan saat ini sebanyak  4000 orang.

“Kita masih memberi kesempatan kepada calon mahasiswa yang ingin menimba ilmu di UIA sampai  21 Oktober mendatang,” tutur Hayat kepada parahyangan-post.com.

Dijelaskan Hayat, saat ini UIA memiliki  6 Fakultas, yaitu FAI, FH, FKIP, FE dan Bisnis,  Fakultas Sains dan Teknologi , serta Fakultas Kesehatan.

“Kita juga punya kelas karyawan untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas lain,” tambahnya.*** (aboe/pp)