Home Opini TANTANGAN BARU PENGEMBANGAN EKONOMI DESA KITA

TANTANGAN BARU PENGEMBANGAN EKONOMI DESA KITA

1,114
0
SHARE
TANTANGAN BARU PENGEMBANGAN EKONOMI DESA KITA

Keterangan Gambar : Kyai Anom Sukmorogo Sejati, Direktur Primadaya Laras Farm (sumber foto : ist/net/pp)

oleh: Kyai Anom Sukmorogo Sejati
Direktur Primadaya Laras Farm


INFORMASI - Rencana kepindahan ibukota Negara ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Panajam di Kalimantan Timur, sontak membuat kaget masyarakat desa. Meski tidak tahu persis duduk perkaranya, tetapi kekhawatiran masyarakat Jawa kehilangan fokus layanan tentu ada. Maklumlah,pulau Jawa telah menjadi pusat begitu banyak kegiatan penting sehingga begitu banyak orang berkumpul di Pulau ini. 

Tantangan Baru Pengembangan Ekonomi Desa Kita akan berada pada 4 ranah secara saling terkait sebagai berikut: 1) pengembangan desa sebagai basis ketahanan dan kedaulatan pangan, 2) pengembangan SDM yang mengubah mindset lama dan baru memandang desa lebih sebagai potensi, 3) penerapan teknologi baru dan efisiensi proses produksi dan pemasaran, 4)pengembangan infrastruktur desa yang meningkatkan aksesibilitas masyarakat pada layanan kesehatan, pendidikan, transportasi dan komunikasi serta pemodal. 

Ditengarai bahwa minat generasi muda pada sektor pertanian padat karya mulai menurun, dan pola pertanian semi perkebunan dengan penerapan teknologi tepat guna yang menghemat biaya dengan pola pemasaran online lebih menarik generasi muda kita. Generasi muda desa kita sebagai agen penting pembangunan desa,kini lebih banyak tinggal dan bekerja di kota dengan status sebagai buruh kerja atau wiraswasta awal skala kecil. 

Desa dengan dominasi generasi tua dan anak anak, sebagai usia non produktif menjadi proses pengerjaan pekerjaan pertanian mengalami pelambatan jika tidak didukung oleh teknologi pertanian yang murah dan terjangkau masyarakat kecil. 

Banyaknya uang yang mengalir ke desa dan masih lebih banyak diabdikan untuk sektor infrastruktur dipandang kurang memberikan rangsangan cepat pada proses produksi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi, Pemasaran produk desa yang tidak dilakukan secara cepat karena ketergantungan informasi pasar dan sarana pengangkutan menjadi tantangan sendiri untuk diperolehnya margin keuntungan yang menggembirakan petani dan pengrajin produsen (*)