Home Agama Tangkal Isu Islamofobia

Tangkal Isu Islamofobia

DMI Undang 30 Dubes Negara Sahabat

66
0
SHARE
Tangkal Isu Islamofobia

Tangkal Isu Islamofobia

DMI Undang 30 Dubes Negara Sahabat

Jakarta, 21 Juni 2022 – Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) mengundang 30 duta besar negara sahabat untuk  bersilraturrahmi dalam rangka hari ulang tahun (Milad) ke 50 di Jakarta.

Milad DMI jatuh pada tanggal 8 Juni 2022, sementara acara puncak berlangsung pada  tanggal 27 Juni 2022 di Gedung PP DMI di Jakarta.  

Selain mengundang Dubes negara sahabat, beberapa  acara pendukung diantaranya  Lomba Adzan yang berlangsung pada 17 Juni di Masjid Istiqlal, dan Konferensi Masyarakat Masjid ASEAN di Jakarta pada 20 Juli 2022.

“Acara silaturahim dengan para duta besar ini akan disiarkan Tawaf TV,” demikian keterangan yang diterima parahyangan-post.com, via rilis email.

Kegiatan silaturahim ini,   selain untuk lebih memperkenalkan DMI, juga untuk membuka jalan meningkatkan kerjasama bagi kemakmuran masjid di seluruh dunia. Prioritas yang diundang adalah dutabesar negara anggota OKI dan ASEAN di Jakarta.

Berdasarkan pandangan  tersebut di atas, pelaksanaan Silaturahim dimaksudkan untuk, memperkenalkan DMI ke dunia internasional melalui para dutabesar negara-negara sahabat di Jakarta. Yang kedua untuk membuka jalan untuk meningkatkan kerjasama internasional di bidang kemasjidan dalam upaya memakmurkan masjid di seluruh dunia.

Silaturahim  dengan 30 Dubes negara sahabat  dihadiri Bapak HM Jusuf Kalla selaku Ketua Umum PP DMI dan menyampaikan pidato bertema "Peace Message from the Indonesian Mosques to the World". Selain itu Duta besar Oman untuk Indonesia sebagai "The Dean of the Diplomatic Corps of Islamic Countries" di Jakarta dan Duta besar Kerajaan Arab Saudi sebagai wakil Khadimul Haramain akan memberikan sambutan.

Dikatakan, Islam menganjurkan untuk “Ta’aruf (silaturahim) antarbangsa” sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang pria dan wanita, dan menjadikan kamu bersuku bangsa supaya kamu saling ta’aruf (silaturahim).

Perintah Allah ini sudah dilakukan dengan pembentukan  organisasi internasional dan regional sebagai forum “silaturahim”, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam dua tahun terakhir dunia dilanda krisis kesehatan dan ekonomi global akibat pandemi COVID-19. Hampir semua pemerintah dan organisasi masyarakat (ormas) di seluruh dunia, termasuk ormas Islam sibuk terlibat dalam penanggulangan pandemi ini termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Tahun ini Indonesia sebagai Presidensi G20  telah menetapkan 3 program pokok yaitu: Penanggulangan pandemi global (COVID-19), pengembangan ekonomi digital dan energi yang ramah terhadap lingkungan. Presidensi Indonesia di G20 yang juga mengusung tema: “Recover Together, Recover Stronger”, mengindikasikan perlunya kerjasama semua pihak, termasuk ormas seperti DMI.

Di satu sisi dunia memerlukan kerjasama untuk menanggulangi krisis kesehatan, ekonomi dan lain-lain, namun di sisi lain kita masih menyaksikan tingginya konflik antarnegara dan kelompok masyarakat di seluruh dunia. Hal ini terlihat dari tingginya Islamophobia di seluruh dunia. Untuk meredam konflik antarnegara dan kelompok masyarakat tersebut perlu dikembangkan silaturahim dalam upaya untuk meningkatkan saling pengertian dan pada gilirannya akan mempermudah upaya kerjasama di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan.

Dalam upaya untuk meningkatkan saling pengertian dan menghilangkan Islamophobia itulah, DMI mengadakan silaturahim dengan perwakilan (kedutaan besar) negara-negara sahabat.***(pp/aboe/rls)