Home Seni Budaya Sutradara Kawakan Dedi Setiadi, Soal Festival Kesenian Jonggol:

Sutradara Kawakan Dedi Setiadi, Soal Festival Kesenian Jonggol:

Atur Penampilan yang Membuat Penonton Penasaran

173
0
SHARE
Sutradara Kawakan Dedi Setiadi, Soal Festival Kesenian Jonggol:

Keterangan Gambar : Sutradara kawakan Dedi Setiadi (kiri), ketua Panitia Festival Kesenian Jonggol (kanan) saat bincang-bincang di anjungan Riau TMII, dalam rangka mencari masukan untuk menyukseskan Festival yang akan digelar .(foto aboe)

Sutradara Kawakan Dedi Setiadi, Soal Festival Kesenian Jonggol:

Atur Penampilan yang Membuat Penonton Penasaran

Jakarta, parahyangan-post.com- Kalau mau sukses, Festival Kesenian Jonggol  harus dikemas semenarik mungkin sehingga penonton tidak jenuh dan menyaksikan sampai acara selesai. Pengaturan acara ini penting karena kalau penonton jenuh mereka akan bubar.

Hal tersebut disampaikan sutradara kawakan, yang telah melahirkan ratusan sinetron dan film layar lebar, Dedi Setiadi, saat bincang-bincang dengan ketua Panitia Festival Kesenian Jonggol H. Ismail Lutan, di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah, beberapa waktu lalu.

“Jadi penampilan itu diseting menarik. Ada naik turun yang membuat penonton penasaran. Misalnya di awal ditampilkan yang bagus atau hits. Kemudian tampilan yang dianggap kurang menarik. Trus yang menarik lagi. Dan sebagai penutup ditampilkan tampilan yang ditunggu-tunggu penonton,” tutur sutradara sinetron Siti Nurbaya ini.

Dengan pengaturan tampilan yang demikian, lanjut Dedi, penonton penasaran. Mereka  akan tetap bertahan di tempat duduknya, menyaksikan tontonan yang mungkin baginya kurang disukai, untuk menunggu tampilan yang paling dia sukai.

“Jadi mereka tidak pulang sebelum acara selesai,” tambah Dedi, yang kini akan menggarap film layar lebar “Arif dan Halimah”, dengan  mengambil setting budaya Melayu Riau.

Sutradara Keluarga Cemara ini bercerita, jika susunan acara di panggung tidak diatur sedemikian rupa, maka festival sebagus apa pun tidak akan sukses.

“Saya punya pengalaman begini. Waktu itu saya  menyaksikan konser musik yang cukup bagus di Jakarta. Komposernya sangat terkenal dan punya nama. Namun pengaturan tampilannya kurang ditata. Di awal mereka menampilkan semua hitsnya.. Apa yang terjadi?  Baru setengah main, penonton sudah pulang. Karena mereka menganggap tidak ada lagi hist yang ditunggu,” tutur sutradara Naga Bonar Reborn ini.

Mendapat masukan menarik dari ‘maha suhu’ ini, Ketua Panitia Festival Kesenian Jonggol Ismail Lutan menyatakan terima kasihnya.

Dijelaskan H.Ismail Lutan, Festival Kesenian Jonggol akan menampilkan tiga bentuk  tampilan. Pertama kesenian tradisional yang ada dan berkembang di Jonggol. Kedua Kesenian kontemporer oleh seniman-seniman Jonggol dan kelompok siniman Aline Baru dan yang ketiga adalah kajian kebudayaan.

Penampilam tiga jenis tampilan dalam sebuah event, tambah Ismail Lutan,  dalam rangka menarik animo masyarakat. Karena masing-masing segmentasi tampilan itu mempunyai penonton (penggemar)ya sendiri-sendiri.

“Ketika mereka bergabung dalam sebuah even, tentu jumlah penontonnya akan lebih banyak,” tutur Ismail Lutan yang juga Ketua Departemen Pariwisata dan Budaya Sekber Wartawan Indonesia (SWI) ini.*** (aboe)