Home Edukasi SMP Negeri 7 Bekasi Menjadi Salah Satu Sekolah Adiwiyata Menuju Propinsi Jawa Barat

SMP Negeri 7 Bekasi Menjadi Salah Satu Sekolah Adiwiyata Menuju Propinsi Jawa Barat

69
0
SHARE
SMP Negeri 7 Bekasi Menjadi Salah Satu Sekolah Adiwiyata Menuju Propinsi Jawa Barat

Keterangan Gambar : SMP Negeri 7 Bekasi menjadi salah satu sekolah Adiwiyata menuju propinsi Jawa Barat dari Kota Bekasi (sumber foto : ist/do/pp)

KOTA BEKASI - Parahyangan Post - SMP Negeri 7 Bekasi menjadi salah satu sekolah Adiwiyata menuju propinsi Jawa Barat dari Kota Bekasi dari 41 sekolah yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA se kota Bekasi sebagaimana dilansir dalam laman instagrm Dinas Lingkungan kota Bekasi.

Dinas lingkungan kota Bekasi melalui Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup yang telah menggelar rapat  koordinasi Selasa (23/1) dengan sekolah Adiwiyata penerima  penghargaan Adiwiyata tingkat propinsi lebih dari 4 tahun.

Rapat koordinasi menurut keterangan tersebut bertujuan untuk perpanjangan penghargaan sekolah Adiwiyata menuju tingkat propinsi.

Sementara itu Nuniek Ambarwati, M.Pd sekretaris Tim Adiwiyata SMP Negeri 7 Bekasi Senin (12/2)  mengatakan pemberian penghargaan sekolah Adiwiyata ini penting mengingatkan ini berhubungan dengan. Program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)

Nuniek mengungkapkan program GPBLHS sesuai Permen LHK No. 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

"Program GPBLHS sendiri adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup" ungkap guru yang juga aktif di Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kota Bekasi ini.

Gerakan PBLHS ini, lanjut Nuniek  bertujuan untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

"Tujuan PLHS ini untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta merupakan upaya mendukung ketahanan bencana warga sekolah GPBLHS ini akan diintegrasikan dengan program Adiwiyata" ungkapnya.

Perencanaan gerakan PBLHS lanjut Nuniek disusun berdasarkan laporan evaluasi diri sekolah  (EDS) dan hasil Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH) yang memuat potensi lingkungan hidup sekolah, masalah lingkungan hidup sekolah serta potensi dan ketahanan bencana.

Sementara itu kata Nuniek penyusunan rencana gerakan PBLHS harus mengacu kepada penerapan 8 standar nasional pendidikan. 

"Penyusun rencana gerakan PBLHS harus melibatkan kepala sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik dan masyarakat" imbuhnya. 

Dan rencana gerakan PBLHS lanjut Nuniek harus disahkan kepala sekolah, diintegrasikan dalam dokumen satu KTSP dan RPP serta menjadi salah satu bahan untuk penyusunan dan review RKJM dan RKAS.

Selanjutnya Pelaksanaan gerakan PBLHS kata Nuniek meliputi jenis kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan penerapan prilaku ramah lingkungan hidup (PRLH) di sekolah.

"Penerapan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah, membentuk jejaring kerja dan komunikasi, kampanye dan publikasi gerakan PBLHS serta membentuk dan memberdayakan kader adiwiyata" paparnya.

Penghargaan Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah/provinsi atau dan pemerintah kabupaten/kota kepada sekolah yang berhasil melaksanakan GPBLHS. 

Gerakan PBLHS ini dilakukan dalam jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah/sederajat yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan PBLHS yang disusun berdasarkan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan juga Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH).

Pemantauan Gerakan PBLHS dilakukan satu kali dalam satu tahun dan hasil pemantauan dan evaluasi tersebut menjadi salah satu bahan untuk menyusun EDS

Gerakan PBLHS meliputi tiga kegiatan diantaranya: perencanaan gerakan PBLHS, pelaksanaan Gerakan PBLHS dan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan gerakan PBLHS.

(rd/do/pp)