Home Seni Budaya Sekitar 90 % Pemain Film Layar Lebar Arif & Halimah dari Riau

Sekitar 90 % Pemain Film Layar Lebar Arif & Halimah dari Riau

Dedi Setiadi: Ceritanya Sarat Budaya Melayu

287
0
SHARE
Sekitar 90 % Pemain Film Layar Lebar Arif & Halimah dari Riau

Keterangan Gambar : Sutradara film Layar Lebar "Arif & Halimah"Dedi Setiadi (Kanan) berbincang-bincang dengan produser Ramzi Umar (kiri) pada launcing yang bersamaan dengan pendirian TV Budaya Riau dan pertunjukan Dendang Melayu, di Anjungan Riau TMII, Jumat 12/3.

Sekitar 90 % Pemain Film Layar Lebar Arif & Halimah dari Riau

Dedi Setiadi: Ceritanya Sarat Nuansa Budaya Melayu

Jakarta, parahyangan-post.com- Sutradara kondang Dedi Setiadi mengisyaratkan sekitar 90 % pemain film lebar  “Arif & Halimah” akan digarapnya berasal dari Riau. Hal tersebut disampaikan Dedi saat launcing, di anjungan Riau, Jumat 12/3.

“Saya akan mencari pemain-pemain yang berasal dari Riau. Minimasl 90 % harus orang sana,” tutur Dedi didampingi produser Ramzi Umar, kepada parahyangan-post.com.

Mengapa harus orang Riau? Sutradara sinetron Siti Nurbaya ini mengatakan, film ini settingnya di Riau dan mengangkat kebudayaan Melayu Riau.

“Jadi harus pas. Kalau pemainnya orang Melayu Riau sendiri akan lebih mudah, terutama dalam bertutur. Sementara jika saya ambil orang luar akan memerlukan waktu untuk adaptasi,” tutur Dedi.

Dijelaskan, dalam waktu dekat ia akan melakukan casting untuk mencari pemain-pemain yang cocok dengan film tersebut.

Ketika ditanya mengenai cerita film “Arif & Halimah” Dedi masih merahasiakannya.

“Tunggu saja nanti. Saya baru pegang sinopsisnya. Skenarionya nanti akan meyusul. Intinya  adalah kisah percintaan remaja di Riau yang mengharukan. Sarat dengan ketentuan adat-istiadat di sana,” tambahnya.

Ketika ditanya, apakah ceritanya mirip sinetron Siti Nurbaya yang melegenda itu?

“Yah, mirip-miriplah tapi ini lebih kekinian dan lebih mengharukan. Dengan latar budaya Melayu Riau yang kuat. Lihat saja nanti. Saya akan total menggarapnya,” janji Dedi yang juga sutradara Sinetron Keluarga Cemara ini.

Sementara itu Ramzi Umar mengatakan, proses produksi akan segera dimulai.

“Secara teknis sudah dimulai. Tapi mungkin optimalnya nanti habis April. Soalnya April kita kan puasa. Kalau bulan puasa kan tidak optimal,” tuturnya kepada parahyangan-post.com.*** (aboe/pp)