Home Disaster RELAWAN UMP DI HUNIAN DARURAT PASCA GEMPA CIANJUR BUKA SEKOLAH CERIA

RELAWAN UMP DI HUNIAN DARURAT PASCA GEMPA CIANJUR BUKA SEKOLAH CERIA

146
0
SHARE
RELAWAN UMP DI HUNIAN DARURAT PASCA GEMPA CIANJUR BUKA SEKOLAH CERIA

Banyumas, parahyangan-post.com - Sekolah Ceria menjadi salah satu prioritas kegiatan para relawan dari Tim Komunitas Psikososial Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam misi kemanusiaan korban bencana gempa bumi di Cianjur. Mereka berada di lokasi sejak Selasa (29/11/2022). Sedangkan lokasi pelayanan berada di tiga titik yang meliputi RT 01, 02, dan 03 di wilayah  RW 04  kampung Barukaso, Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang, Cianjur. Hal itu disampaikan Ketua Tim, Damatya A P, melalui laporan yang disampaikan Anisa Fadillah Qalami, selaku Koordinator Tim untuk respon, pada Selasa, (6/12/2022).

“Sekolah ceria ini merupakan sekolah darurat untuk kelompok anak-anak, terdiri dari duapuluh satu anak meliputi sebelas anak putra dan sepuluh anak perempuan. Agenda kegiatan belajar mengajar selain menulis, mendongeng shirah, menggambar dan games. Sedangkan untuk para lansia kami lakukan sesi konseling,” tulis Anisa melalui chat WA.

Dijelaskan, kegiatan Sekolah Ceria merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan dalam kondisi darurat yang dilakukan oleh enam relawan Tim Komunitas Psikologi UMP untuk gelombang pertama ini. Sedangkan ini merupakan bagian dari tugas utamanya yaitu melakukan pendampingan dan pelayanan psikososial kepada korban gempa bumi di pos pelayanan Muhammadiyah Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang. Praktiknya meliputi assesment, PFA, sekolah darurat, kegiatan TPQ, dan membantu management posyan yakni data dan informasi (datin) serta dapur umum. Tim Psikososial UMP bekerja sama dengan tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah pada klaster manajemen posyan, posko, datin, pusdatin dan hunian darurat.

“Semula di lokasi yang kami tangani kondisinya sangat parah. Hampir sembilan puluh prosen rumah rusak berat, semuanya tidak dapat dihuni lagi, fasilitas kesehatanpun rusak, sedangkan seluruh korban mengungsi di  tenda darurat. Alhamdulillah, kini sudah dibangun 94 hunian darurat  Muhammadiyah. Kondisi warga pada sepekan kami berada di sini, beberapa terkena penyakit flu, demam, batuk-batuk. Namun, banyak warga yang sudah dapat beraktivitas lebih baik dari sebelumnya,” jelas Anisa.

Anisa menambahkan, menurut rencana Tim pertama ini bertugas selama 10 hari dengan memungkinkan perpanjangan yang menyesuaikan kondisi. Kemudian tim kedua akan menyusul. Pada saat pemberangkatan, Senin (28/11/2022) Rektor UMP, Assoc. Prof. Dr Jebul Suroso mengatakan, duka Cianjur juga dirasakan oleh para civitas akademika UMP. Sehingga untuk membantu meringankan beban mereka yang terdampak musibah bencana, selain menggelar doa bersama serta melakukan penggalangan dana, UMP juga mengirimkan relawan psikososial.*** (pp/h)