Home Nusantara Rektor IPB University Prof Arif Satria Dukung Gagasan KBPII Bentuk Konsorsium Ketahanan Pangan

Rektor IPB University Prof Arif Satria Dukung Gagasan KBPII Bentuk Konsorsium Ketahanan Pangan

102
0
SHARE
Rektor IPB University Prof Arif Satria Dukung Gagasan KBPII Bentuk Konsorsium Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : Rektor IPB University Prof Arif Satria mengapresiasi inisiatif Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) yang telah menggagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan (Foto ; ist/pp)

JAKARTA - Parahyangan Post - Rektor IPB University Prof Arif Satria mengapresiasi inisiatif Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) yang telah menggagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan. 

Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan merupakan gabungan Komunitas Koperasi, Komunitas UMKM, Asosiasi Bumdesa, Organisasi perempuan,  Organisasi Buruh, Asosaisi Pasar, Pedagang Kaki lima dan para aktivis Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang mendeklarasikan tekad membangun jejaring distribusi dan advokasi untuk kertersediaan pangan yang berkeadilan.

"Ini inisiatif masyarakat sipil yang bagus dan harus didukung, karena masalah pangan meski ditangani semua pihak bukan hanya pemerintah saja," ujar Arif Satria kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Konferensi Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan Koperasi KBPII, Jumat (5/8/2022). 

Menurut Ketua Umum ICMI Pusat ini, Persoalan pangan itu pertama adalah persoalan food loss dan food waste, yaitu pangan yang tercecer dan pangan yang terbuang.

Sepertiga pangan global tergolong food loss atau food waste, artinya banyak pangan yang tercecer dan terbuang. "Indonesia merupakan kontributor terbesar kedua setelah Arab Saudi. Di dua negara Islam itu kontributor terbesar food loss dan food waste".

Makanan yang  tidak dihabiskan menjadi food waste, kontribusinya 9 persen. Kemudian saat panen, seperti panen padi, tercecer, kontribusinya 11 persen. Diangkut lagi tercecer lagi, di penggilingan padi tercecer lagi.

Oleh karena itu tekad kelompok sipil seperti Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) untuk membangun jejaring ketersediaan pangan menjadi sangat penting.

Konferensi Ketahanan Pangan digagas oleh KBPII dalam Rapat Kerja Nasional yang berlangsung 5-7 Agustus di Hotel Mercure Jakarta Pusat. Konferensi ini  dihadiri oleh para pakar, instansi terkait, kalangan perbankan dan jaringan BUMDES, dan koperasi buruh dan aktivis LSM. 

Dalam akhir acara mereka mendeklarasikan gerakan ekonomi rakyat untuk ketahanan pangan dan prevelensi Stunting nasional menuju Indonesia emas. 

Gerakan ini menurut pelaksana kegiatan Asep Effendy akan terus bergulir dengan membangun jejaring distribusi pangan dan dan advokasi kebijakan sehingga tercipta sistem yang berkeadilan dalam rantai distribusi pangan di Indonesia.

(Dodo/pp)