Home Seni Budaya Raja-raja Nusantara akan Turun Gunung Berantas Hoaks

Raja-raja Nusantara akan Turun Gunung Berantas Hoaks

Bentuk Holding Pemberitaan Televisi

773
0
SHARE
Raja-raja Nusantara akan Turun Gunung Berantas Hoaks

Keterangan Gambar : Sultan Palembang yang juga Ketua Umum Yarasutra TV, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin (2 dari kanan) menyaksikan penandatangan piagam kerjasama holding pemberitaan Televisi (foto aboe)

Raja-raja Nusantara akan Turun Gunung Berantas Hoaks

Bentuk Holding Pemberitaan Televisi

Jakarta, parahyangan-post.com-Raja-raja Nusantara akan turun gunung untuk memerangi berita hoaks. Karena serbuan berita hoaks telah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin pada Ulang Tahun tahun ke 58  Ketua Umum Kedaton Budaya Nusantara, Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Adiningrat di Jakarta, Rabu 17/2.

Pada ulang tahun Mas’ud Thoyib tersebut ditandatangani pula piagam kerjasama pemberitaan di media televisi.

Para pihak yang bersinergi dalam holding pemberitaan televisi ini adalah, pertama Kedaton Nusantara TV. Naskah kerjasamanya ditandatangani langsung  oleh Ketua Umum, Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Adiningrat.

Yang kedua adalah Barisan Adat Raja Nusantara TV (Baranusa TV), yang ditandatangani oleh Sekjen Raden Ali. Selanjutnya yang ketiga Baranusa TV DKI, ditandatangani oleh Ketuanya Dt. Muslil Siregar.

Yang keempat PT Budaya Nusantara Gemilang, ditandatangani oleh Direktur Utamanya Anas Tolani, yang kelima Majelis Cendekia Keraton Nusantara TV (MCKN TV) yang diketuai YMRN Rulani Indra Gartika Wira Hadi Tenaya B. Mus, MA. Selanjutnya Majelis Cendekia Keraton Nusantara TV, ditandatangani oleh penasehatnya YM Paramitha Chandra Devi Rusady dan yang terakhir  Yayasan Raja Sultan Nusantara TV  (Yarasutra TV) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umumnya Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

“Serbuan berita hoaks sudah sangat mengkhawatirkan. Dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berkaitan dengan itulah kami membentuk holding pemberitaan televisi ini. Gunanya untuk memerangi berita hoaks tersebut,” tutur Sultan Palembang ini kepada parahyangan-post.com.

Dikatakan Sultan, raja-raja dan kesultanan di tanah air ini ada sebelum NKRI ini ada. Para sultan bertekad untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Maka siapa pun yang mencoba-coba merusak persatuan bangsa akan dilawan.

“Perang berita hoaks di media sosial harus dihentikan. Jadi nanti  tidak ada lagi istilah cebong, tidak ada lagi istlah kampret. Tidak ada lagi caci maki, mendiskreditkan agama tertentu. Holding televisi yang kami dirikan ini akan menyajikan berita yang, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Berita yang bersumber yang sumber  benar,” tegasnya.

Sultan juga menegaskan holding pemberitaan televisi yang didirikan tersebut akan vokus untuk mengembangkan budaya nusantara dan mengangkat kearifan-kearifan lokal.

Sementara itu Direktur Utama PT Budaya Nusantara Gemilang  atau TV Budaya, Anas  Tolani mengatakan kerjasama holding pemberitaan televisi tersebut akan mengokohkan gerak TV Budaya yang ia pimpin.

“Nanti kita akan liput semua kegiatan-kegiatan kraton Nusantara, kesenian-kesenian dan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia,” tuturnya kepada parahyangan-post.com.

Dikatakan Anas TV Budaya yang ia pimpin, kini sudah mempunyai cabang di berbagai kota di tanah air.

Apresiasi Festival Jonggol

Sementara itu, menanggapi  penyelenggaraan Festival Kesenian Jonggol yang diselenggarakan oleh sejumlah seniman dan pegiat seni, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengapresiasi dengan positif.

“Saya sangat mengapresiasi Festival Kesenian Jonggol ini. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar,” tutur Sultan kepada parahyangan-post.com, saat bersilaturrahmi.

Kesultanan-kesultanan di Nusantara, lanjut Sultan,  sangat berkepentingan melestarikan budaya leluhur. Baik dalam bentuk keseniannya, adat-istiadatnya maupun tradisi lainnya. Event-event yang bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur sangat dibutuhkan.

“Kita harus perjuangkan terus agar kesenian tradisional Nusantara berkembang. Kesenian tradisinal di Nusantara sangat banyak dan beragam,” tutur Sultan,

Apresiasi  positif dari Sultan Palembang ini, membuat Ketua Panitia Ismail Lutan lebih bersemangat. Ia menyatakan terima kasihnya atas dukungan moril dari Sultan yang sangat dihormati dan mempunyai pengaruh luas ini.

Dikatakan Ismail, Festival Jonggol akan menampil semua jenis kesenian tradisonal yang berkembang di wilayah Jonggol dan Bogor Timur. Pihaknya kini tengah mendata semua jenis kesenian tradisonal yang ada di di wilayah tersebut.

Festival Kesenian Jonggol yang akan diselenggarakan  pada bulan Juni tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Bogor yang ke 539.*** (boe/man)