Home Hukrim Putra Siregar Dinyatakan Bebas dari Jeratan Perkara Kepabeanan

Putra Siregar Dinyatakan Bebas dari Jeratan Perkara Kepabeanan

353
0
SHARE
Putra Siregar Dinyatakan Bebas dari Jeratan Perkara Kepabeanan

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Majelis hakim PN Jaktim membebaskan terdakwa Putra Siregar dari segala jeratan tuntutan JPU. Pengusaha muda pemilik toko handphone PS Store bisa bernapas lega mendengar putusan sidang terkahir dan menyatakan bebas terkait perkara Kepabeanan. 

" Kalau putusannya dibebaskan, intinya begitu seperti itu. Sikapnya tadi diberi waktu untuk pikir-pikir selama 14 hari oleh majelis hakim," ujar Silvi Muliani Lestari SH MH, Senin (30/11/2020). 

Tri Andita SH MH selaku ketua majelis hakim yang menangani perkara ini telah menegaskan putusan tersebut diruang utama PN Jaktim. Namun, Silvi belum dapat menyampaikan sikap usai mendengarkan putusan bebas terhadap Putra Siregar. 

Sebelumnya, sempat dikabarkan Putra Siregar diamankan petugas bea cukai karena memesan alat telekomunikasi ilegal dari luar negeri. Seseorang yang bernama Jimmy tak lain penyedia handphone ilegal pun disebut-sebut dalam kesaksian dipersidangan. 

" Untuk langkah-langkahnya sementara saya akan melaporkan dulu ke pimpinan dan selanjutnya saya akan kabarkan lagi," kata JPU. 

Berbeda dengan dengan Putra Siregar, dia sendiri sempat lemas saat pembacaan putusan berlangsung dipengadilan. Lalu, Putra menambahkan bisnis ponsel dilakukan secara terbuka. Selain itu, dalam proses persidangan pihaknya kooperatif dan telah menitipkan uang jaminan sebesar Rp 500 juta di kepabeanan ini. 

" Alhamdulillah putusannya harapannya itulah yang saya selalu berharap untuk yang terbaik seperti itu. Tadi kita sudah mendengar saya itu jualannya terang-terangan nggak pernah sembunyi dan beritikad baik," ungkapnya. 

Keharuan juga dirasakan oleh Putra Siregar setelah majelis hakim mengatakan bebas dalam dikasus kepabeanan ini. Rehabilitasi nama baik pun sempat dilontarkan majelis hakim kepada dirinya. Perkara yang menyeret bisnis ponsel tersebut dikatakan dia sebagai pembelajaran yang berharga dalam hidup. 

" Tapi disitu yang membuat saya terharu membuat pernyataan merehabilitasi nama baik karena tidak mudah memulihkan nama karena tidak mudah. Karena kita dibully oleh seluruh rakyat Indonesia apapun ada buzzer yang menyatakan yang merusak mental saya," tandasnya.

(didi/pp)