Home Hukrim PT Transjakarta Kampanyekan Stop Pelecehan Seksual

PT Transjakarta Kampanyekan Stop Pelecehan Seksual

Pelanggan Diharap Berani Melapor

291
0
SHARE
PT Transjakarta Kampanyekan  Stop Pelecehan Seksual

Keterangan Gambar : Kampanye stop pelecehan seksual di halte bis Transjakarta.

PT Transjakarta Kampanyekan  Stop Pelecehan Seksual

Pelanggan Diharap Berani Melapor

Jakarta, parahyangan-post.  Meningkatnya kasus pelecehan seksual di ruang publik sangat memprihatinkan. Angkanya dari tahun ke tahun cenderung meningkat.  Terbanyak tahun 2019 yang mencapai 28 kasus. Sementara tahun 2022 (hingga Agustus) sudah tercatat sebanyak 9 buah

PT Transportasi Jakarta merasa terpanggil untuk ikut mencegahnya. Karena kasus tersebut juga terjadi di dalam bisnya. Angkutan umum milik Pemda DKI ini mengkampanyekan “Stop Pelecehan Seksual”

Peluncuran kegiatan dilakukan secara simbolis dengan pemberian pin kepada petugas di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (5/8).

Hadir Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Bidang Pelayanan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yayat Sudrajat, Direktur Operasional dan Keselamatan Yoga Adiwinarto serta Direktur Pelayanan dan Pengembangan Transjakarta Muhammad Izzul Waro.

Kepala Dinas Pehubungan DKI Syafrin Liputo sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PT Transjakarta. Ia menilai PT Transjakarta terdepan dalam pencegahan pelecehan seksusal di ruang publik.

“Saya sangat mengapresi yang dilakukan PT Transjakarta ini karena kasus pelecehan seksual di ruang publik sudah meresahkan. Kami berharap instansi-instansi dan BUMD lain di Pemda DKI juga melakukan hal yang sama,” tutur  Liputo saat memberi sambutan.

Sementara  Direktur Operasional dan Keselamatan Yoga Adiwinarto mengatakan  PT Transportasi Jakarta secara tegas menolak adanya tindakan pelecehan seksual di sektor transportasi public. Untuk itulah pihaknya mencanangkan Gerakan ‘Stop Pelecehan

Seksual’.

“Kegiatan ini diperkuat dengan hastag #TJEGAHBERSAMA #BeraniLapor melalui telpon di nomor 1500-102 dan DM melalui akun media sosial resmi Twitter @PT_Transjakarta,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor  menghimbau hendaknya masyarakat  (pelanggan Bus Transjakarta-red)  berani melapokan setiap pelecehan seksual yang terjadi. Baik yang menjadi korban atau pun yang melihat.

“Tentunya dengan informasi lengkap.  Identitas pelapor, jam dan hari kejadian, nomer bus, serta halte, kami dapat mengambil data dari CCTV yang tersedia di dalam bus. Dan kami menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor.” ujar Anang

Pengoperasian kembali bus pink khusus wanita serta penambahan 1.801 Petugas Layanan Operasi, lanjut Anang,  adalah bagian dari langkah untuk memperkuat pelayanan termasuk meminimalkan insiden pelecehan seksual.

“Mari saling jaga sehingga pelecehan seksual transportasi publik segera dapat dihilangkan. Aku,

kamu, kita mari #Tjegahbersama,” imbuhnya.*** (aboe/pp)