Home Seni Budaya Pembuatan Film Layar Lebar Arif dan Halimah Segera Dimulai

Pembuatan Film Layar Lebar Arif dan Halimah Segera Dimulai

Akan Disutradarai Oleh Dedi Setiadi

205
0
SHARE
Pembuatan Film Layar Lebar Arif dan Halimah Segera Dimulai

Keterangan Gambar : Sutradara kondang Dedi Setiadi akan menyutradarai film layar lebar Arihfdan Halimah. (foto ist)

Pembuatan Film Layar Lebar Arif dan Halimah Segera Dimulai

Ditandai dengan Pemotongan Tabak Melayu, akan Disutradarai oleh Dedi  Setiadi

Jakarta,parahyangan-post.com – Proses produksi film layar lebar “Arif dan Halimah” segera dimulai. Ditandai dengan pemotongan tabak (tumpeng ala Melayu-Riau) di  Gedung Selasar Jatuh Tunggal, Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur Jumat 12/3.

Acara berlangsung bersamaan dengan penampilan kesenian Riau yang dikemas dalam “Dendang Melayu” dan pendirian TV Budaya Anjungan Riau TMII.

Penggagas Film Layar lebar Arif dan Halimah, Anas Tholani mengatakan, film tersebut akan disutradarai oleh sutradara kondang Dedi Setiadi.

“Pak Dedi Setiadi adalah sutradara kawakan yang telah menyutradarai puluhan film layar lebar dan serial televisi. Diantara yang paling fenomenal adalah serial sinetron Siti Nurbaya, yang tayang di TVRI. Juga Film Terima Kasih Emak-Terima Kasih Abah, sinetron Keluarga Cemara dan film Manusia Gerobak,” tutur Anas kepada parahyangan-post.com.

Lebih jauh, Anas yang juga Direktur Utama TV Budaya mengatakan, pendirian TV Budaya Anjungan Riau TMII merupakan cabang terbaru di TV Budaya.

“Saat ini sudah berdiri sekitar  30 cabang TV Budaya di seluruh tanah air. Diantaranya di Bogor, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Tangerang, Solo, Karang Anyar dan Semarang. Dengan berdirinya TV Budaya Anjungan Riau TMII ini akan memperkuat jaringan TV Budaya secara nasional,” tuturnya.

Filosofi Tabak

Sementara itu Kepala Anjungan Riau TMII Dr. H. Zulfikar, M.Si. M.Hum mengatakan, dengan diresmikannya pendirian TV Budaya Anjungan Riau, maka pihaknya akan langsung tancap gas membuat program.

“Dengan ini saya mencanangkan dimulainya produksi film sosialisasi mengenai budaya hidup baru di masa pandemi ini,” tuturnya kepada parahyangan-post.com

Mengenai pertunjukan Dendang Melayu, lebih rinci Zulfikar mengurai, acara  digelar dalam rangka melestarikan Budaya Melayu. Rangkaian kegiatan, diantanya  bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Bazar kita adakan sebagai penggerak sektor ekonomi masyarakat. Kemudian panggung hiburan Melayu.  Ada juga musik umum dalam rangka mengantisipasi pengunjung yang datang dari luar,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, juga ada talkshow. Talkshow itu mengambil tema budaya Melayu.

Dalam pembukaan acara tersebut, Zulfikar menambahkan, dilakukan pemotongan tabak.

“Tabak itu adalah  nilai kebiasaan. Merupakan  adat istiadat Melayu yang sudah dilakukan secara turun temurun. Mengapa kita tonjolkan tabak?  Karena dalam suasana pandemi yang sangat sulit seperti ini, bagi masyarakat Melayu solusinya tiada lain adalah  kebersamaan. Itulah filosofinya tabak,” rincinya.

Ditambahkan,  pada ada hari pertama dan hari terakhir akan ditampilkan juga senam Melayu.

“Jadi musik Melayu dirancang untuk kebutuhan  senam kesehatan,” tutup Zulfikar.*** (aboe/pp)