Home Polkam Partai Masyumi Membetot Perhatian Masyarakat

Partai Masyumi Membetot Perhatian Masyarakat

Dipimpin oleh DR. Ahmad Yani SH.,MH.

90
0
SHARE
Partai Masyumi Membetot Perhatian Masyarakat

Keterangan Gambar : Logo Partai Masyumi

Partai Masyumi Membetot Perhatian Masyarakat

Dipimpin oleh DR. Ahmad Yani SH.,MH.

Jakarta, parahyangan-post.com- Partai Masyumi merupakan satu dari enam Partai baru yang membetot perhatian masyarakat. Dideklarasikan, Sabtu, 7 November 2020 di Gedung Dewan Dakwan Islamiyah Indonesia (DDII). Saat ini Partai yang dibekukan oleh rezim Orde Lama tersebut  dipimpin oleh DR. Ahmad Yani SH., MH sebagai  Ketua Umum. Didampingi TB Massa Djafar Sekjen dan Arif Budiman Bendahara Umum. Sedangkan Ketua Majelis Syuro dipimpin oleh Abdullah Hehamahua. Partai Masyumi berkantor di Jl. Matraman Raya, atau di samping Gramedia.

Berikut lima  parpol lain yang dideklarasikan pada 2021 dan membetot perhatian masyarakat luas dan siap berlaga pada pemilu 2024.

  1. Partai Gelora

Partai lain yang juga mencuri perhatian masyarakat adalah Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau. Dimotori Anies Matta dan Fahri Hamza. Partai ini  merupakan sempalan dari PKS ini memperoleh SK Menkumham pada Mei 2020. Tahun 2021, sejumlah parpol baru dideklarasikan dengan beragam latar belakang pendorong. Secara umum, parpol-parpol tersebut dianggap sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita politik yang tidak tersalurkan melalui parpol yang saat ini eksis.

  1. Partai Ummat

Kelahiran Partai Ummat mencuri perhatian publik salah satunya karena Amien Rais terdepak dari PAN, partai yang didirikannya sendiri, sebagaimana Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga terlempar dari PKB menjelang Pemilu 2009, yang diawali dari konflik Gus Dur sebagai ketua dewan syuro PKB dengan Muhaimin Iskandar sebagai ketua dewan tanfidz. Partai Ummat lahir sebagai imbas konflik politik di tubuh PAN pasca Kongres 2020 di Kendari. Rencana pendirian Partai Ummat bergaung begitu susunan kepengurusan PAN yang baru di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan tidak memberikan posisi untuk Amien Rais. Pada 29 April 2021, 99 orang termasuk Amien Rais mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat di Yogyakarta. Beberapa tokoh yang hadir dalam deklarasi tersebut di antaranya Neno Warisman, hingga Ansufri Idrus Sambo. Dalam pidato deklarasinya, Amien Rais mengatakan Partai Ummat akan bekerja, berjuang, dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan keadilan. Struktur organisasi Partai Ummat terdiri atas Majelis Syuro dan Dewan Eksekutif. Majelis Syuro menunjuk Dewan Eksekutif atau pelaksana partai untuk menjalankan kebijakan partai. Majelis Syuro diketuai Amien Rais sendiri, sedangkan ketua Dewan Eksekutif dijabat menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi dengan sekretaris umum Ustaz Sambo. Pada 20 Agustus 2021, Partai Ummat yang berkantor pusat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan memperoleh status badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Surat Keputusan Nomor M.KH Kep13.AH.11.01 Tahun 2021. Sejumlah pengamat memprediksi Partai Ummat berpeluang menjadi besar. Magnet Amien Rais dianggap masih berdaya besar untuk bisa menyedot sebagian pemilih partai yang bercorak Islam seperti PAN, PKS, bahkan PPP yang merasa aspirasi politiknya belum terwakil. Tetapi hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi Partai Ummat lantaran mundurnya sejumlah pengurus, termasuk beberapa deklator.

  1. Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

Pengurus teras Partai Rakyat Demokratik (PRD) mendeklarasikan partai baru yang bernama Partai Rakyat Adil Makmur atau Prima. Deklarasi digelar pada 1 Juni 2021 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan. Partai Prima diketuai oleh Agus Jabo Priyono, eks Ketua Umum PRD 2015-2020. Sekjen Prima dipegang oleh Dominggus Oktavianus yang merupakan eks Sekjen PRD 2015-2020, dengan bendahara umumnya Diena Mondong. Dominggus mengungkapkan Partai Prima sudah siap menghadapi verifikasi partai politik tahun 2022 mendatang dan memenangkan pemilu 2024.

  1. Partai Buruh

Partai Buruh sebenarnya sudah pernah ada tetapi eksistensinya tidak terlalu tampak. Partai Buruh pertama kali didirikan oleh aktivis buruh Muchtar Pakpahan pada 2003. Pada 4-5 Oktober 2021, sejumlah organisasi serikat buruh menggelar deklarasi berdirinya kembali Partai Buruh dan menggelar kongres di Jakarta. Dalam struktur kepengurusan Said didampingi Wakil Ketua Agus Supriyadi, Sekretaris Jenderal Ferri Nuzarli, dan Bendahara Umum Luthano Budyanto. Sementara untuk Ketua Mahkamah Partai dipegang oleh Riden Hatam Azis. Pada 1 November 2021, PKN baru menyerahkan beberapa dokumen yang menjadi syarat legalitas parpolnya ke Kemenkumham.

  1. Partai Kebangkitan Nusantara

Partai Kebangkitan Nusantara merupakan partai politik baru yang didirikan oleh sejumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. yang diketuai oleh Gede Pasek Suardika didampingi Gerry H Hukubun sebagai wakil ketua umum dan Sri Mulyono sebagai sekretaris jenderal. Loyalis Anas yang menjadi bagian PKN adalah mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, wartawan dan fotografer Bobby Triadi. Pada 1 November 2021, PKN baru menyerahkan beberapa dokumen yang menjadi syarat legalitas parpolnya ke Kemenkumham. Partai Kebangkitan Nusantara diduga dipersiapkan untuk Anas Urbaningrum setelah keluar dari penjara tahun ini. Kendati tidak diakui Tegas, Gede Pasek pun mengakui ada peran Anas di balik berdirinya PKN.*** (aboe/pp)