Home Nusantara Paguyuban Usaha Kecil Minta Pemerintah Soal BLT Rp.1,2 Juta Bukan Janji Surga.

Paguyuban Usaha Kecil Minta Pemerintah Soal BLT Rp.1,2 Juta Bukan Janji Surga.

93
0
SHARE
Paguyuban Usaha Kecil Minta Pemerintah Soal BLT Rp.1,2 Juta Bukan Janji Surga.

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] - Rencana pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) atau insentif usaha Rp 1,2 juta untuk 1 juta pelaku usaha mikro kecil, seperti pedagang kaki lima dan penjual makanan (warteg) selama masa pengetatan PPKM merupakan langkah baik. 

Kebijakan ini sendiri sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga merangkap Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto (21/7/21). 

Target dari pemberian BLT ini sendiri akan diberikan selama masa pengetatan PPKM level 4 yakni 25 Juli hingga 2 Agustus 2021. 

Adanya rencana kebijakan BLT bagi pelaku usaha kecil mikro ini mendapatkan tanggapan positif dari perkumpulan pelaku usaha kecil Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima Jakarta dan Sekitarnya (Pandawakarta).  (30/7/21). 

“Kami merasa berterimakasih kepada pemerintah atas kebijakan ini, karena pendemi ini telah memukul usaha kecil mikro berkepanjangan sampai sudah puluhan ribu yang tutup permanen dan pulang kampung”  kata Puji Hartoyo Ketua Pandawakarta. 

Skema pendataan dan pendaftaran penerima BLT ini sendiri masih dalam pembahasan mendalam ditingkat lintas Kementerian. Sementara untuk mekanisme penyalurannya akan dilakukan melalui koordinasi TNI/Polri. 

Sejalan dengan rencana ini, pemerintah diharapkan dapat merealisasikan kebijakan ini dan tepat sasaran. 

Ketua Komunitas Eksportir Muda Indonesia ini menilai dilapangan faktanya sangat banyak pelaku usaha kecil yang belum terdata.

“Kami harap pemerintah tidak tebar janji surga pada kami ditengah pendemi ini, jadi benar-benar terealisasikan dan tepat sasaran. Sebab dari informasi anggota kami dan afiliasinya baru ratusan saja yang terkonfirmasi dan terdata padahal pelaku usaha warung makan dan PKL di Jabodetabek ada 300 ribu lebih.” Ujar Puji menutup pernyataannya.

(Mahdi/PP)