Home Polkam Nazar Nasution: Para Akademisi Kecewa Terhadap hasil Munas KAHMI

Nazar Nasution: Para Akademisi Kecewa Terhadap hasil Munas KAHMI

Tidak Terwakili dalam Presidium

541
0
SHARE
Nazar Nasution: Para Akademisi Kecewa Terhadap hasil Munas KAHMI

Keterangan Gambar : Nazar Nasution (foto aboe)

Nazar Nasution: Para Akademisi Kecewa Terhadap hasil Munas KAHMI

Tidak Terwakili dalam Presidium

Jakarta, parahyanganpost.com-Munas KAHMI di Palu telah  berakhir tanggal 27 November  dengan terpilihnya sembilan orang Presidium. Delapan orang berasal dari kalangan politisi. Hanya satu orang yang merupakan kalangan praktisi/pengusaha. Bahkan sama sekali tidak ada perwakilan  dari kalangan Akademisi.

Banyak yang menyayangkan bahwa KAHMI sebagai wadah intelektual Muslim telah menjadi arena pertarungan politik menjelang tahun  2024.  Yaitu  tahun politik yang diperkirakan akan menentukan masa depan Indonesia.

Nazar Nasution adalah salah seorang  saksi sejarah berdirinya KAHMI Tahun 1966 pada Kongres 8 HMI di Solo, yang termasuk menyayangkan hasil Munas tersebut. Nazar adalah Sekjen PB HMI yang mendampingi Nurcholish Madjid,  Ketua Umum PB HMI yang terpilih pada Kongres tersebut.

Menurut Nazar,  tujuan HMI/KAHMI adalah terbentuknya insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah Swt.

Nazar adalah juga salah seorang eksponen Angkatan 66. Setelah menyelesaikan tugasnya  sebagai aktivis HMI (1971),  Nazar condong tidak melanjutkannya sebagai politisi. Nazar  lebih  memilih profesi di luar panggung politik dengan menjadi  pengacara serta diplomat selama lebih 30 tahun terakhir ini. Bahkan  dalam penggal kehidupan selanjutnya,   Nazar berkiprah sebagai  akademisi, dosen HI di berbagai perguruan tinggi.

KAHMI memiliki jaringan luas

Menurut Nazar,  KAHMI memiliki  jaringan yang sangat luas. Bukan hanya menghimpun para  Politisi, tetapi juga Akademisi/Birokrat, serta  Praktisi/pengusaha/LDM. Ketiganya merupakan aset bangsa yang saling topang menopang dan berjuang untuk kemajuan umat dan bangsa Indonesia. 

 

Nazar Nasution, salah seorang senior Alumni HMI yang turut hadir dalam Munas KAHMI mengatakan, KAHMI adalah wadah intelektual Muslim  yang perlu berperan strategis demi persatuan serta kemajuan umat dan bangsa Indonesia. KAHMI sebaiknya tidak terkotak kotak sebagai dampak dari pertarungan  politik  berbagai partai politik. Sebaliknya, menurut Nazar, Alumni HMI justeru  harus lebih berperan demi terwujudnya  persatuan umat dan persatuan bangsa.

Anggota KAHMI, menurut Nazar,  tidak hanya menghimpun para politisi, tetapi juga kalangan Akademisi/Birokrat yang merupakan potensi penting di lingkungan KAHMI. Demikian juga KAHMI adalah milik kalangan Praktisi yang terdiri dari  para pengusaha, profesional (dokter, pengacara dll) serta LSM,

“Ketiga lapisan anggota  KAHMI tersebut seharusnya secara proporsional dan  seimbang terwakili  dalam Presidium MN KAHMI,” tegas Nazar mengakhiri komentarnya.*** (aboe/pp/ns)