Home Edukasi MUI Dorong Sinergi dan Kolaborasi Pelestarian Alam

MUI Dorong Sinergi dan Kolaborasi Pelestarian Alam

Gelar Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan 2022

286
0
SHARE
MUI Dorong Sinergi dan Kolaborasi Pelestarian Alam

MUI Dorong Sinergi dan Kolaborasi Pelestarian Alam

Gelar Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan 2022

Jakarta, parahyangan-post.com - Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI) menggelar Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan 2022, dengan tema “Dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan” di Jakarta Pusat, pada Kamis-Jumat (3-4/11/2022).

Ketua LPLH SDA MUI, Hayu Prabowo menyampaikan, Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan ini menjadi ajang pertemuan bertukar informasi dan pemikiran dalam menggalang sinergi komunitas dan membangun kolaborasi masjid ramah lingkungan.

“Terutama melalui penerapan fatwa MUI yang terkait dalam mendorong pelestarian alam dan pengelolaan lingkungan hidup. Lingkup diskusi terkait peran masjid dalam mengatasi isu lingkungan hidup melalui tiga aspek yaitu manajemen, memakmurkan dan ibadah,” kata Hayu saat membuka konferensi.

Dia menjelaskan, MUI telah mengeluarkan enam fatwa berkaitan pemuliaan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Masjid sebagai pusat sosialisasi fatwa-fatwa tersebut agar sampai pada umat dan jadi pusag kegiatan ramah lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan," ujar Hayu.

Dia mengharapkan melalui konferensi ini dapat meningkatkan kapasitas dan jaringan masjid ramah tingkat nasional.

"Tantangan kita bagaimana kita bisa bersatu dalam menghadapi berbagai krisis ke depan. Pengurus masjid harus mempersiapkan diri. Bagaimana masjid membawa kemakmuran bagi umat," ucap Hayu.

Konferensi yang digelar secara hibrida dengan kegiatan luring berpusat di Jakarta ini dihadiri lebih dari 200 peserta dan pembicara terdiri dari ulama, cendikiawan, tokoh Muslim dan perwakilan pengurus masjid, pesantren serta aktivis Ecomasjid berbagai daerah.

Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan 2022, dirangkaikan dengan diskusi panel tentang penerapan masjid ramah lingkungan di Indonesia dihadiri pembicara yakni Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim pernah menjabat Menteri Lingkungan Hidup periode 1993-1998 Sarwono Kusumaatmadja, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana dan Kesehatan KH M Sodikun, dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.

Selain itu, dihadirkan pembicara dari pengurus DKM Masjid Baitul Ma’muur di Perumahan Telaga Sakinah Kabupaten Bekasi dan Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan yang sudah menerapkan konsep masjid ramah lingkungan dan ramah warga.

Menurut Hayu, krisis lingkungan hidup dan perubahan iklim merupakan ancaman eksistensial terbesar bagi umat manusia saat ini.

"Uni Eropa dan sebagian negara lain sudah terjadi krisis. Ke depan hal yang sama akan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Kita perlu bersama-bersama bersiap menghadapi berbagai krisis ke depan melalui pengoptimalan peran masjid dalam gerakan pemuliaan alam dan lingkungan.

Setelah konferensi Ini, lanjut Hayu, ke depan LPLH-SDA MUI akan berfokus pada peran masjid yang berketahanan.

"Ke depannya, masjid dapat berperan lebih dalam proses perubahan paradigma dan menjadi basis ketahanan nasional karena dapat menjangkau dan meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan yang lebih luas," pungkasnya.*** (aboe/pp/rls)