Home Disaster MER-C Kedepankan Jihad Profesional

MER-C Kedepankan Jihad Profesional

Kirim Tim Medis ke Cianjur

110
0
SHARE
MER-C Kedepankan Jihad Profesional

Keterangan Gambar : Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad, Sekjen BN Dr. Suryadi Nomi dan Wk. Ketua PJMI MY Gunawan, saat diskusi di sekretariat PJMI, Jatinegara. (foto aboe)

MER-C Kedepankan Jihad Profesional

Kirim Tim Medis ke Cianjur

Jakarta, parahyangan-post.com- Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad, menyampaikan MER-C mengedepankan kasih sayang, pengabdian pada profesi dan kemanusiaan, juga solidaritas umat dalam menjalankan setiap misi kemanusiaannya.

Dia menyatakan, sebagaimana idealisme kemanusiaan yang menjadi pemantik lahirnya MER-C, dalam keanggotaannya ditanamkan ideologi bahwa setiap relawan harus mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.

Untuk itu, MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas dan pihak yang berkonflik maupun saat ada bencana karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas.

“Kami bersama para relawan mempunyai spirit perjuangan dengan satu semangat bersama berjihad secara profesional dalam bidang medis dan kemanusiaan," kata Sarbini saat menjadi narasumber Diskusi Dwi Mingguan bertema “Respon MER-C terhadap Bencana Kemanusiaan di Berbagai Belahan Dunia” di Kantor Sekretariat PJMI, Jatinegara, Jakarta, Rabu (23/11) malam.

Diskusi Publik Dwi Mingguan ini merupakan kolaborasi Barisan Nusantara (BN) dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan sudah masuk edisi kelima, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua PJMI, Gunawan MY.

Menurut dr Ben, sapaan dr Sarbini Abdul Murad,  MER-C yang sudah memasuki usia ke-23 tahun pada 14 Agustus 2022, dapat terus berkiprah bagi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri, karena memegang prinsip dan idealisme tersebut yang bermuara pada keikhlasan dan ketulusan memenuhi panggilan jiwa untuk kemanusiaan.

Dokter Ben sendiri selama menjadi relawan sejak berdirinya MER-C, tak cuma mengabdi di berbagai daerah bencana, baik di tanah air maupun negara lain. Dia juga pernah bertugas di empat negara yang sedang berperang, yaitu Afghanistan (2002), Irak (2003), Lebanon (2006), dan Palestina (2009).

"MER-C telah melaksanakan ribuan misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak memandang siapapun atau pihak yang harus diberi pertolongan," tegasnya.

Dalam menjalankan misi kemanusiaannya, lanjut dr Ben, MER-C mengutamakan pertolongan medis kegawatdaruratan di wilayah terdampak bencana atau konflik yang belum tersentuh bantuan dan sangat membutuhkan.

"Dalam misi kemanusiaan gempa Cianjur, saat ini Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis," jelasnya.

Update Misi Kemanusiaan Gempa Cianjur

Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium MER-C mengupdate misi kemanusiaan pada korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

Dr Ben menjelaskan, Tim relawan medis MER-C memberi pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Menurut data sementara, Desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur M 5,6 , Senin (21/11).

 

Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa.

"Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan," jelasnya.

Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa itu mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia.

Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang.

Sementara itu Sekjen Barisan Nusantara (BN) Dr. Suryadi Nomi, menyampaikan kegiatan kolaborasi BN dengan PJMI melalui pelaksanaan diskusi publik dwi mingguan yang digelar seriap hari Rabu malam ini diharapkan terus menjadi trendsetter isu-isu yang dapat mencerahkan masyarakat.

"Diskusi kali ini dengan tema kebencanaan memang sudah direncakan satu bulan sebelumnya, namun dengan adanya gempa Cianjur ini tema menjadi aktual," ujarnya.

Ketua PJMI Ismail Lutan, mengatakan, diskusi ini banyak memberikan manfaat terutama meningkatkan literasi kebencanaan.

"Kita mengharapkan kerja sama PJMI dengan MER-C bersama Barisan Nusantara dapat terjalin lebih erat. Dengan momen pelaksanaan pelatihan jurnalisme kebencanaan," pungkasnya.***( aboe/pp/RS)