Home Nusantara Menikmati Malam Penuh Warna Warni di Alun Alun Kidul Yogyakarta

Menikmati Malam Penuh Warna Warni di Alun Alun Kidul Yogyakarta

1,437
0
SHARE
Menikmati Malam Penuh Warna Warni di Alun Alun Kidul Yogyakarta

Keterangan Gambar : Suasana Malam di Alun-Alun Kidul Yogyakarta (sumber foto : ratman/pp)

 

WALAU - Cuaca mendung dan rintik gerimis lembut menyapa kawasan Alun-Alun Kidul Yogjakarta, namun tidak menyurutkan animo dan minat masyarakat berkunjung ke Alun-Alun Kidul Yogjakarta tersebut. 

Dari pantuan penulis yang pada malam pertengahan Desember 2018
bertandang ke Alun-Alun Kidul Yogjakarta, semakin malam bukanya semakin sepi, justru para pengunjung semakin membanjiri area Alun-Alun Kidul tersebut. 

Kebanyakan dari para pengunjung, mereka para pelancong yang sedang berkunjung menikmati keindahan kota Yogjakarta, dan juga warga masyarakat Yogja sendiri. Mereka yang datang kebanyakan rombongan, terdiri dari beberapa orang, ada juga yang berpasangan dan juga sendirian. Berbaur membanjiri area Alun-Alun Kidul Yogjakarta. Keramah-tamahan masyarakat tampak terlihat disana, melalui sapaan yang santun. 

Sebagaimana namanya ‘Alun-Alun Kidul’, merupakan alun-alun atau lapangan yang berada di sebelah Selatan, di belakang Keraton Yogyakarta. Secara administratif keberadaan Alun-Alun Kidul masuk dalam Kecamatan Keraton Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Perlu diketahui bahwa Keraton Yogyakarta mempunyai alun-alun atau lapangan yang luas dan terdapat pada bagian depan Keraton Yogyakarta yaitu Alun-Alun Utara dan dan alun-alun (lapangan) yang terdapat pada bagian belakang Keraton Yogyakarta, yaitu Alun-Alun Kidul (Selatan). Kedua Alun-Alun tersebut mempunyai fungsinya masing-masing. 

Pada masa lalu, Alun-Alun Kidul Yogyakarta banyak digunakan untuk acara-aara tertentu seperti latihan ketangkasan prajurit keratin, berbagai kegiatan latihan digelar disini, seperti ; ketangkasan berkuda, memanah, dll. 

Saat ini fungsi alun-alun tersebut sudah banyak berubah, area yang terbuka dan berfungsi sebagai ruang publik dan area hiburan untuk masyarakat, setiap hari Alun-Alun Kidul banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai usia. 

Untuk menuju ke lokasi Alun-Alun Kidul sendiri tidak terlalu sulit, karena keberadaanya di tengah kota dan dibelakang Keraton Yogyakarta, sehingga bisa dijangkau dari arah manapun. Dari Malioboro atau titik nol km ; dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit menggunakan becak. Dalam perjalananya Anda akan melewati bekas pasar burung Ngasem dan salah satu istana air Tamansari. Jika menggunakan kendaraan umum dapat memilih bus kota jalur 5, kemudian turun di Plengkung Gading, berjalan kea rah utara sekitar
  menit menuju Alun-Alun Kidul Yogyakarta. 

‘Odong – Odong’ Warna Warni Menjadi Daya Tarik Tersendiri. 

Salah satu daya tarik bagi para pengunjung yang menikmai malam di Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini adalah ‘Odong-Odong’ Warna-Warni dengan lampu hiasnya. Odong-Odong, begitu warga masyarakat setempat mengatakanya, merupakan ‘sepeda gembira’, yaitu sebuah kendaraan sepeda yang modifikasi menjadi berbagai jenis kendaraan,
  ada jenis  mobil VW Kodok, bus, kereta dan berbagai jenis mobil antik lainya, dilengkapi dengan hiasan dan lampu warna-warni, kelap-kelip. 

Odong-Odong ini digerakan dengan mengayuh, layaknya sepeda dan ada beberapa pengayuhnya (tiga pengayuh, satu di depan dan dua di belakang), sehingga ketiganya bisa mengayuh secara bersamaan, untuk memacu Odong-Odong antik tersebut. Sementara lampu kelap-kelip, warna warninya digerakan oleh sumber daya dari Accu. 

Satu Odong-Odong atau sepeda gembira ini bisa menampung dua sampai lima orang, dengan mengayuh secara bersamaan mengelilingi Alun-Alu Kidul Yogyakarta, sembari menikmati suasana malam yang semakin ramai. 

Untuk tarif sewa Odong-Odong sendiri, sekali jalan, putaran mengelilingi Alun-Alun Kidul, dikenakan tarif per sewa kendaraan, bukan per-jumlah orang yang naik, tarifnya Rp. 50 Ribu untuk satu putaran. Jika pengunjung ingin menyewa dan berkeliling dua putaran akan diberikan discount khusus, cuma membayar Rp.30 ribu per putaran, sehingga untuk dua putaran hanya dikenakan tarif Rp.60 ribu. 

Dari perbicangan dengan Pak Nugroho yang biasa mangkal di Alun-Alun Kidul malam itu, penulis mendapatkan informasi bahwa untuk modal membuat Odong-Odong atau sepeda gembira ini bisa mencapai sekitar Rp.10 sampai Rp.15 juta. Namun demikian modalnya bisa kembali dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Hitungan sederhanya, Odong-Odong atau sepeda gembira yang penuh warna warni ini bisa mendatangkan keuntungan sampai Rp.300 ribu dalam semalam. 

Pada saat musim liburan tentunya penghasilan para pemilik usaha Odong-Odong ini akan meningkat seiring dengan ramainya para pengunjung di Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini. 

Selain warna warni dari lampu Odong-Odog atau Sepeda Gembira ini, para pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai kuliner khas Yogyakarta. Wedang Ronde, merupakan minuman hangat
  favorit bagi para pengunjung, disamping itu juga ada Jagung Bakar, dan berbagai jenis kuliner khas Yogyakarta yang begitu nikmat lainnya.

Keberadaan Odong-Odong atau Sepeda Gembira ini telah mendapat restu dari pemerintah setempat, keberadaan pengelolaan kreatifitas seperti ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi
 para pengunjung, dan imbasnya tentu akan meningkatan pendapatan bagi pemerintah daerah juga menggerakan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut. Pengelolaan sektor wisata yang dikelola dengan kreatifitas, tidak saja mendatangkan pendapatan bagi daerah, tetapi juga berdampak bagi sektor lain untuk ikut bangkit, mendatagkan berkah bagi warga masyarakat setempat. 

(Laporan/Tulisan & Foto :
W.Suratman & Team)