Home Edukasi Liputan Istimewa 77 Tahun Indonesia Merdeka

Liputan Istimewa 77 Tahun Indonesia Merdeka

Pekik Merdeka dari Mustika Jaya

313
0
SHARE
Liputan Istimewa 77 Tahun Indonesia Merdeka

Keterangan Gambar : Seluruh Panitia foto bersama di atas panggung, saat mengelar peringatan 77 tahun Indonesia merdeka. (foto aboe)

Liputan Istimewa 77 Tahun Indonesia Merdeka

Pekik  Merdeka dari Mustika Jaya

Bekasi, parahyangan-post.com- Luar biasa! Pekik  merdeka yang disuarakan warga RT 06/12, Kampung Ciketing, Kelurahan Mustika  Jaya, Kota Bekasi membahana. Membakar semangat juang. Yang tak kalah hebatnya  dari pejuang di medan perang. Memecah keriuhan kampung padat di tengah kota  yang berjulukan kota Perjuangan itu. Yang dulu pernah berjuang melawan penjajah Belanda dengan bambu runcing

Yel-yel kemerdekaan yang mereka suarakan merupakan luapan semangat kemerdekaan. Semangat  yang pantang menyerah. Itulah karakter khas orang Bekasi. Yang pernah digemakan oleh penyair terkenal Khairil Anwar dalam puisinya yang sangat terkenal. Krawang-Bekasi!

Menurut Ketua RT  06/12 Kelurahan Mustika Jaya, Mamun Mulyana, yel-yel kemerdekaan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke 77 di wilayahnya.  Ada sejumlah lomba yang digelar seharian penuh. Diantaranya lomba sepeda sehat, lomba makan kerupuk, balap kelereng, balap karung, masukin jarum ke dalam botol dan khusus untuk ibu ibu. Ada lomba yang cukup ngejreng. Yakni lomba  ‘ Goyang Bola’. Yakni mengeluarkan bola dari kotak kardus yang diikatkan di punggung sambil  bergoyang-goyang diiringi musik yang hot!

“Semua lomba itu merupakan kreasi warga sendiri. Saya  sebagai Ketua  RT dan Pak Saipullah sebagai ketua Panitia, menampung semua ide dan gagsan warga tersebut. Kemudian kita realisasikan. Alhamdulillah, warga sangat antusias dan penuh semangat,” tutur Mamun Mulyana didamping Saipullah.

Diakatakan Mulyana dan Saipullah, semangat warganya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan  RI ke 77 ini sangat tinggi. Semua persiapan dilakukan dengan  gotong royong dan swadaya. Tidak meminta bantyuan (donatur) ke pihak lain.

“Untuk dana kegiatan,  kami kumpulkan dari  iuran warga.  Alhamdulillah warga  antusias,” tambah Mulyana yang sudah dua kali menjadi ketua RT itu.

Menurutnya, warga RT 06/12 yang berjumlah sekitar 120 KK itu  rindu suasana 17-an. Karena sudah dua kali (dua tahun) tidak menggelarnya karena pandemik covid-19.

“Jadi  ketika  kita akan menyelenggarakan semuanya sangat antusias. Mereka pun bekerja keras untuk menyukseskannya. Alhail, semuanya senang, semua merasa terhibur. Semangat kemerdekaan kembali membakar jiwa-raganya,” tambahnya.

Ketika ditanya mengapa tidak mengadakan lomba ‘Panjat Pinang’, yang merupakan ciri khas perayaan HUT kemerdekaan RI. Ketua panitia Saipullah menjawab tidak mempunyai lahan/lapangan untuk menggelarnya.

“Lahan kita sempit. Tidak ada lagi tanah kosong. Bahkan untuk mendirikan panggung, kita numpang di halaman rumah pak RT. Sementara  lomba kita laksanakan di jalan/gang yang ada di RT kita,” tutur Saipullah.*** (aboe/pp)