Home Husada Kolaboraksi Kebaikan Berbagai Pihak, Hadirkan Program Rumah Harapan Bagi Penyintas Tuberkulosis

Kolaboraksi Kebaikan Berbagai Pihak, Hadirkan Program Rumah Harapan Bagi Penyintas Tuberkulosis

912
0
SHARE
Kolaboraksi Kebaikan Berbagai Pihak, Hadirkan Program Rumah Harapan Bagi Penyintas Tuberkulosis

Keterangan Gambar : Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma, meresmikan Rumah Harapan dan Rumah Singgah, penyintas Tuberkulosis Resisten Obat (Tb RO) fi Kawasan Senen, Jakarta Pusat (sumber foto : DD/pp)

JAKARTA — www.parahyangan-post.com -- Sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat capaian eliminasi penyakit TBC di Indonesia, menyelenggarakan Program Rumah Harapan dan Rumah Singgah dengan membangun rumah sehat bagi rumah untuk Indah Lestari (28), penyintas Tuberkulosis Resisten Obat (Tb RO), di Jalan Senen Dalam IV, Gang Buaya, RT 15/RW 04, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen telah rampung. Pada Selasa (9/5/2023), rumah bernama Rumah Harapan tersebut diresmikan oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma. 

Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC yang menargetkan penurunan kasus TBC menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk supaya mencapai eliminasi TBC tahun 2030.

Hadir juga dalam seremoni peresmian ini, Yeni Purnamasari selaku GM Kesehatan Dompet Dhuafa, Daniel Ramli selaku Direktur Lazis Muhammadiyah Jakarta, Nancy Anggraini selaku Asdep Kemenko PMK, Doti Windajani selaku Ketua IAI Jakarta, dan beberapa pihak lainnya yang terlibat dalam program ini. 

Asisten Deputi Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nancy Dian Anggraeni mengatakan bahwa  kaidah rumah sehat menjadi salah satu kunci dalammencegah penularan TBC di lingkungan terkecil yaitu keluarga. 

"Pemukiman yang sehat itu terdapat ventilasi memadai sehingga pencahayaan alami dapat masuk serta sirkulasi udara yang baik dapat membunuh bakteri TBC," Jelas Asdep Nancy. 

Asdep Nancy juga menjelaskan bahwa penanganan penyakit TBC ini dapat dilakukan secara bersama dengan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Karena menurutnya, sebanyak 44 persen keluarga dengan TBC di Jakarta masuk kedalam kriteria miskin. 

Pada kesempatannya, Yeni mengatakan, Dompet Dhuafa telah lama memilki perhatian khusus pada para pasien TB. Peresmian Rumah Harapan ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di lingkungan rumah milik Indah yang padat penduduk serta menciptakan bangunan yang rapih, aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni.

"Selain dari sisi kesehatan, kami juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup dalam segi pemberdayaan ekonomi para pasien Tb. Diskusi dengan berbagai pihak, bahwa memang kami punya harapan dari Rumah Harapan ini dapat memutus rantai kemiskinan,” imbuhnya.

Pada Bulan Februari lalu, tepatnya Kamis (23/2/2023) bertempat di Kantor Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, semua pihak yang terlibat berkumpul merencanakan pembangunan ulang serta melakukan simbolisasi penyerahan bantuan kepada Indah sebagai penerima manfaat. Tim IAI telah mulai mendesain rumah Indah sejak akhir Bulan November 2022. Tantangannya pun cukup berat. 

Sebelumnya, bangunan berukuran 3×3 meter yang menempel dengan dinding tetangga setiap sisi dan sudutnya tersebut tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Mirisnya lagi, bangunan 2 lantai tersebut dihuni oleh 11 anggota keluarga. Kini, bangunan ini disulap oleh tim IAI menjadi rumah 3 lantai dengan 5 ruang kamar, satu ruang dapur, dan satu ruang kamar mandi.

Atas keberhasilan program ini, Dhany Sukma memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia juga berharap, nantinya program kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan pada skala yang lebih luas. Ia bermimpi kelak untuk mengkolaborasikan pihak-pihak yang memiliki program bedah rumah untuk disatukan dalam satu kawasan. 

“Kita ingin mengembangkan kolaborasi yang sudah terwujud ini untuk skala yang lebih luas di Jakarta Pusat,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Doti Windajani menguatkan, rumah harapan ini sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas dunia dan lingkungan. Pembangunan Rumah Harapan, lanjutnya, mengedepankan pengaturan tata udara, tata cahaya, dan sanitasi untuk layak disebut sebagai rumah sehat.

“Jadi. ini adalah bagian dari kontribusi profesi untuk masyarakat melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan juga komunitas untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat terutama di isu kesehatan. Kami siap mendukung program pemerintah untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Pemilik Rumah Harapan, Indah Lestari mengaku sangat senang dan bersyukur karena rumahnya telah selesai dibedah. “Terima kasih kepada para donatur yang sudah berbaik hati menolong saya,” ucapnya di hadapan seluruh stakeholder. 

Selain membangun rumah, Dompet Dhuafa juga memberikan bantuan nutrisi bergizi, Sembako dan memberikan peralatan dapur untuk kehidupan sehari-hari Indah dan keluarga.

(rd/rl/pp)