Home Siaran Pers Khotbah Ied Maksimal 20 Menit

Khotbah Ied Maksimal 20 Menit

Panduan dari Kemenag

124
0
SHARE
Khotbah Ied Maksimal 20 Menit

Keterangan Gambar : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Khotbah Ied Maksimal 20 Menit

Panduan Dari Kemenag

Jakarta, parahyangan-post.com-  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19.

“Panduan diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas Yaqut di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Dalam panduan tersebut  diatur antara lain soal takbiran. Takbiran dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10% dari kapasitas masjid dan musalla, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.  Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.  Kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musalla sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musalla.

Mengenai Salat Idul Fitri di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Sementara di daerah yang dinyatakan aman, yaitu zona hijau dan zona kuning  dapat diadakan di masjid dan lapangan

Aturan Ied di Lapangan

Dalam hal Salat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, Yaqut menegaskan,  wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan yakni,  dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir. Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah.  Panitia  dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

“Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan,” tegas Yaqut.

Aturan lain,  Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan salat Idul Fitri -dan selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan. Khutbah  dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit. Mimbar yang digunakan dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan Jemaah. Seusai pelaksanaan jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

“Silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalai di lingkungan kantor atau komunitas,” tutupnya. (aboe/pp/hms)