Home Hukrim Kejari Jaktim Musnahkan Barang Bukti Perkara Teroris

Kejari Jaktim Musnahkan Barang Bukti Perkara Teroris

855
0
SHARE
Kejari Jaktim Musnahkan Barang Bukti Perkara Teroris

JAKARTA [ www.parahyangan-post.com ] - Kejaksaan Negeri Jakarta Timur musnahkan barang bukti tindak pidana terorisme. Pemusnahan barang bukti tindak pidana ini terjadi sejak tahun 2018 hingga 2020 lalu. Kepala Kejari Jaktim, Ardito Muwardi menjelaskan ratusan barang bukti yang telah bakar tersebut telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkracht). 

" Untuk tindak pidana teroris ini pada umumnya kalau kita melihat apa yang ada yang dilapangan senjata tajam, senjata rakitan sangat banyak. Cuma ini ada dokumen-dokumen yang dianggap berbahaya karena bisa mempengaruhi orang yang dapat melakukan tindak pidana terorisme," tegas Kajari Jaktim, Rabu (19/5/2021).

Saat itu, Ardito menambahkan data-data sejumlah barang bukti perkara terorisme seperti handphone dan perangkat elektronik lainnya disinyalir sebagai alat bukti kejahatan. Namun demikian, kata dia, khusus barang bukti bahan peledak hanya Densus 88 yang berhak memusnahkannya. 

" Kalau bahan peledak memang kami tidak mampu secara teknis pengusaha nanti akan dilakukan oleh pihak densus 88 tapi pelaksanaannya melibatkan kita," terang Ardito. 

Perkara tindak pidana terorisme menurut Ardito sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Selain PN Jaktim, perkara terorisme juga disidangkan di PN Jakbar dan PN Jakut. Jadi, jumlah keseluruhan barang bukti 312 unit diutarakan Kajari Jaktim telah dimusnahkan. 

Ratusan barang bukti berbagai jenis senjata tajam dan air softgun dilakukan pihaknya dengan cara dibakar dan dipotong dengan gerinda elektronik. Adapun barang bukti tindak pidana lainnya di wilayah hukum Kejari Jaktim seperti narkotika turut dimusnahkan.

" Seperti itu akumulasi dari tahun 2018 dengan tahun 2020. Yang sekarang dimusnahkan adalah sekitar 300 (barang bukti) itu yang ada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sisanya ada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara," ungkapnya. 

Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (Kasie PB3R Kejari Jaktim), Yosep Cristian melanjutkan pemusnahan barang bukti baik tindak pidana terorisme maupun narkotika berlangsung sekitar tahun 2018-2020 lalu. Yoseph mengatakan untuk perkara narkotika sendiri terjadi pada semester kedua di tahun 2020. 

" Barang bukti yang dimusnahkan kalau ditindak pidana terorisme antara lain pedang samurai dan handphone. Ada juga tas ada juga yang terkait yang digunakan oleh pelaku. Sedangkan narkotika yang dilakukan (dimusnahkan) antara lain ganja, sabu, estasi, tembakau gorila, heroin, kokain berikut juga ada handphone dan alat timbang," tutur PB3R Kejari Jaktim.

(didi/pp)