Home Polkam Kedubes Iran di Jakarta Rayakan HUT Kemerdekaan ke 44 di Hotel Borobudur

Kedubes Iran di Jakarta Rayakan HUT Kemerdekaan ke 44 di Hotel Borobudur

Pandang Hubungan Diplomatik dengan Indonesia sangat baik

833
0
SHARE
Kedubes Iran di Jakarta Rayakan HUT Kemerdekaan ke 44 di Hotel Borobudur

Keterangan Gambar : Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia HE Mohammad Azad (2 dari kanan), didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin, mantan Wapres Jusuf Kalla dan wakil Ketua MPR Fadel Muhammad saat melakukan pemotongan tumpeng merayakan hari kemenangan ke 44. (foto ist)

 

Kedubes Iran di Jakarta Rayakan HUT Kemerdekaan ke 44 di Hotel Borobudur

Pandang Hubungan Diplomatik dengan Indonesia sangat baik

Jakarta, parahyangan-post.com-Duta Besar Iran untuk Indonesia, HE. Mohammad Azad, merayakan 44 tahun terbentuknya Republik Islam Iran, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/2). Perayaan itu sekaligus menandai kemenangan Revolusi Islam Iran.

Sejumlah tokoh Nasional tampak hadir dalam jamuan ‘national day’ Iran  yang hidmad tersebut. Diantaranya Wapres dua periode Jusu Kalla, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Didampingi Dubes Iran untuk Indonesia HE Mohammad Azad, ketiga tokoh Nasional tersebut ikut memotong tumpeng, tanda syukur atas hari kemenangan Iran.  

Dalam sambutannya, HE Mohannad Azad mengatakan Iran memandang hubungannya dengan Indonesia telah membawa peningkatan dan perkembangan di kawasan Asia. Pendekatan yang bijaksana dan rasional dinilai terlihat jelas dalam hubungan kontemporer antara kedua negara.

Secara resmi, lanjutnya hubungan Iran dan Indonesia, memang terjalin sejak tahun 1950. Namun sebenarnya kedua negara telah saling berhubungan selama ribuan tahun lamanya.

Prinsip netralitas dan non-blok yang dianut oleh Iran dan Indonesia merupakan salah satu kesamaan yang mendekatkan kedua negara sampai sekarang.

Meski tidak berpihak kepada blok mana pun, sambung Azad, Indonesia dipandang secara aktif ikut andil dalam menyelesaikan masalah di berbagai wilayah di dunia.

“Indonesia, salah satu negara gerakan non-blok dengan politik bebas aktifnya, selalu berusaha menempuh politik bebas aktif dalam hubungannya dengan pandangan multilateral dan mandiri terhadap dunia Timur dan Barat,” ujarnya.

Begitu pula dengan Iran, Azad menuturkan bahwa negaranya pun independen terhadap timur dan barat dunia, sekaligus tetap menjaga hubungan yang rasional berdasarkan rasa saling hormat tanpa mengisolasi diri dari peradaban dunia.

Iran yang saat ini dipimpin oleh Presiden Ebrahim Raisi telah mengadopsi kebijakan luar negeri yang serupa dengan Indonesia — yaitu seimbang, aktif, dan cerdas.

Selama tinggal di Indonesia sejak 1989 sebagai diplomat muda, Azad memandang bahwa nilai-nilai inilah yang menjadikan kedua negara berperan penting dalam perkembangan di kawasan Asia.

“Hubungan antara dua bangsa Iran dan Indonesia dalam berbagai area, dengan saling menghormati, bebas dari kolonialisme, dan dengan berbagi nilai-nilai komersial, politik, dan budaya, telah membawa peningkatan pertumbuhan dan perkembangan kedua masyarakat ini; Iran di Asia Barat dan Indonesia di Asia Timur,” ucap Azad.

Menurut Azad, perkembangan di kawasan Asia saat ini sangatlah penting secara global. Hal ini dikarenakan abad ke-21 adalah abad baru bagi negara Asia — di sinilah kekuatan-kekuatan baru akan lahir.***(aboe/pp)