Home Seni Budaya Kampung Sawah Berani Siap Bersinergi Menyukseskan Jonggol Art Festival

Kampung Sawah Berani Siap Bersinergi Menyukseskan Jonggol Art Festival

Usung Konsep Berkesenian di Tengah Sawah

361
0
SHARE
Kampung Sawah Berani Siap Bersinergi Menyukseskan Jonggol Art Festival

Keterangan Gambar : Ketua Panitia Kesenian Jonggol H. Ismail Lutan (kiri) danPengelola Sawah Berani Kak Yudhi (kanan) saat silaturrahmi di base camp Sawah Berani, Desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor Timur, Sabtu 20/2. (foto Irman)

Pengelola Kampung Sawah Berani Siap Bersinergi Menyukseskan Jonggol Art Festival

Usung Konsep Berkesenian di Tengah Sawah

Jakarta, parahyangan-post.com- Kampung Sawah Berani siap bersinergi menyukseskan Festival Kesenian Jonggo (Bogor Timur). Hal tersebut dikemukakan pengelolanya Kak Yudhi saat kunjungan silaturrahmi ketua panitia Festival H. Ismail Lutan di lokasi  Kampung Sawah Berani, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu 20/2.

“Saya menanggapi antusias penyelenggaraan festival kesenian Jonggol ini. Jika diminta, mungkin ada yang bisa disinergikan,” tutur Kak Yudhi, didampingi Kak Irman.

Lebih jauh Kak Yudhi mengungkapkan, sebenarnya pihaknya juga tengah mengonsep pertunjukan ‘Seni di Tengah Sawah’. Menampilkan berbagai bentuk  kesenian tradisional dan modern di tengah sawah. Seperti pertunjukkan teater,  baca puisi atau monolog. Peserta bisa dari tamu (pengunjung sendiri)  yang dilatih secara kilat atau para pegiat seni professional.

“Namun karena pandemi ini konsep tersebut ambyar semuanya. Kita gak bisa apa-apa. Kunjungan  tamu pun dibatasi,” tambah Kak Yudhi yang juga guru Sekolah Alam ini.

Menantang

Kampung Sawah Berani (Bertani Membangun Negeri) terletak tidak jauh dari kaki  Gunung Batu Puncak 2, Bogor Timur. Konsep Eduwisata yang dikembangkannya sungguh berani. Ia melawan arus besar gurita industri pariwisata.

Jika kebanyakan  industri pariwisata alam  ‘mencaplok’ lahan produktif  petani untuk dikomersilkan. Dan menjadikan petani itu  sebagai  jongos di bekas lahannya. Maka konsep yang dibawa Kampung Sawah Berani bertentangan dengan itu.

Mereka malah mempertahankan kepemilikan petani atas lahannya Ia menjadikan pariwisata itu sebagai bagian dari penghasilan petani dan  petani tidak kehilangan sawah-ladangnya.

Berlibur di Kampung Sawah Berani  sungguh sangat nyaman. Viewnya indah, terutama Gunung Batu yang kokoh  dan menjulang tinggi.

Untuk ke sana diperlukan  keberanian pula, karena lokasinya yang ‘kampung banget’, sepi jauh di kakai bukit dan  harus menyeberang kali atau naik jembatan kayu.

Konsep wisata seperti ini sangat disukai masyarakat, terutama kaum milenial. Mereka bukan hanya sekadar berlibur tetapi juga mendapatkan edukasi (pendididkan) tentang alam. Tentang bercocok tanam, tentang mengolah hasil kebun dan seterusnya. Pokoknya pengetahuan apa saja yang diinginkan tamu mengenai pertanian, mereka siap mengedukasinya dengan tim-tim yang profesional.

Beberapa obyek eduwisata unggulan mereka, diantaranya mengolah kopi dari mulai menanam, memetik menjemur, memilah-milah biji yang bagus (yang berkualitas), mengolah dan menyajikannya menjadi minuman yang enak beraroma khas.

Juga ada tata cara menanam padi, memanen, memasak dan seterusnya.

“Pokoknya pengetahuan apa saja yang diinginkan tamu, kami siap. Terutama sekali bagi siswa/pelajar yang selama hidupnya mungkin belum tahu apa itu benih, apa itu biji kopi, apa itu belut dll,” terang Kak Yudhi.

Bahkan dalam waktu dekat, lanjut Kak Yudi, pihaknya mempersiapkan jalur sepeda santai/sepeda gunung di pematang sawah sepanjang lebih kurang satu kilo meter.  

Gembira

Menangapi antusiasme pengelola Sawah Berani untuk ikut berpartisipasi menyukseskan gelaran festival kesenian Jonggol tersebut, ketua panitia H. Ismail Lutan menyatakan kegembiraannya. Ia yakin gelaran ini akan sukses mengingat semakin banyak pihak yang menyatakan dukungannya.

Festival Kesenian Jonggol akan digelar pada bulan Juni 2021, di Gedung Olah Raga (GOR) Jonggol, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Bogor yang ke 539.

Selai kesenian tradisional dari 7 Kecamatan yang ada di Bogor Timur, festival ini juga akan menampilkan kesenian kontemporer dan kajian kebudayan mengenai latar belakang sejarah dan peradaban Jonggol.*** (boe/man)