Home Polkam KAMI Batalkan Rencana Aksi Nasional di DPR RI dan Mabes POLRI

KAMI Batalkan Rencana Aksi Nasional di DPR RI dan Mabes POLRI

Apresiasi Keterbukaan Kapolri dalam Kasus Duren Tiga

180
0
SHARE
KAMI Batalkan Rencana Aksi Nasional di DPR RI dan Mabes POLRI

KAMI Batalkan Rencana Aksi Nasional di DPR RI dan Mabes POLRI

Apresiasi  Keterbukaan Kapolri dalam Kasus Duren Tiga

Jakarta, parahyangan-post.com-Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia  (PB KAMI) mengapresi Kapolri atas keterbukaan informasi dalam  Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI (24/08) di Gedung Nusantara, Senayan, Kamis (25/08).

Dengan keterbukaan informasi itu  PB KAMI membatalkan rencana aksi di depan Mabes Polri dan Gedung DPR RI.

Ketua Umum PB KAMI  Sultoni  mengatakan,  peristiwa kasus 'Duren Tiga' yang menewaskan seorang aggota Polri (Brigadir J) ini merupakan masalah yang harus segera diatasi secara tepat dan cepat.

"Tentunya kami berikan apresiasi kepada Kapolri beserta jajaran yang telah terbuka dalam RDP tersebut. Sehingga publik bisa menilai, bahwa indepedensi institusi Polri itu masih ada dan layak diberikan dukungan oleh masyarakat," ucap Sultoni kepada parahyangan-post.com.

Untuk diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III Kapolri hadir didampingi bersama dengan 18 orang anggota Tim Khusus. Dalam rapat tersebut, Listyo memaparkan kronologisnya secara gamblang dan transparan mulai dari skenario yang dibuat Ferdy Sambo dalam peristiwa 'duren tiga' tersebut.

"Saat itu saudara Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yoshua terkapar bersimbah darah dan saudara FS berdiri di depan memegang senjata," kata Sigit, sebagaimana diberitakan media sbelumnya.

Sultoni kemudian melanjutkan, dari persoalan 'Duren Tiga' telah menjadikan mata masyarakat terbuka lebar bahwa institusi Polri perlu banyak pembenahan secara menyeluruh. Dia juga menuturkan bahwa dari kasus Ferdy Sambo hingga Konsorsium 303 ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi Kapolri untuk bagaimana berbenah.

"Stigma publik tentang Polri hari ini sangat karena Sambo Effect dan berasumsi bahwa konsorsium 303 diduga mendapat bekingan dari petinggi Polri. Ini adalah PR besar dan berat bagi Kapolri dalam meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap Polri." tegas Sultoni.

Kendati demikian Ketua Umum PB KAMI ini masih optimis bahwa Kapolri bisa menyelesaikan persoalan yang ada didalam institusi Polri, dia  juga mendeklarasikan dirinya dan mengajak para masyarakat untuk terus mendorong serta mendukung Kapolri agar menuntaskan kasus yang ada didalam tubuh Polri.

"Kami optimistis Kapolri bisa menuntaskan kasus 'Duren Tiga' serta perjudian online atau konsorsium 303 sampai pada akar-akarnya. Namun, kami juga mengajak agar masyarakat turut memberi dukungan kepada Kapolri, karena sehebat apapun Polri tetap butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat," tutup Sultoni.*** (aboe/pp)