Home Nusantara Kabar Duka dari Malaysia: Pergilah Sahabat

Kabar Duka dari Malaysia: Pergilah Sahabat

178
0
SHARE
Kabar Duka dari Malaysia: Pergilah Sahabat

Keterangan Gambar : Asro Kamal Rokan dan Haji Mohd Nasir bin Yusoff, (Foto : ist/pp)

Catatan  : Asro Kamal Rokan

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang sahabat baik, Haji Mohd Nasir bin Yusoff, wartawan senior Kantor Berita Bernama, Malaysia, Ahad (8/5/22) pagi. Nasir wafat dalam usia 63 tahun.

Kabar duka saya terima dari Sabaruddin Ahmad, sahabat dekat Allahyarham, yang juga mantan wartawan Radio Televisi Malaysia (RTM). Sabaruddin menelepon saya dengan suara tersendat, menahan tangis. Suara saya pun tersendat. Air merebak di sudut mata. Satu lagi sahabat baik pergi, selamanya ...

Menurut informasi yang diperoleh Sabaruddin dari anak lelaki Allahyarham, Nasir Yusoff wafat setiba di bandar udara KLIA 2 dari Miri, Serawak, pukul 05.48. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Serdang, Selangor. Nasir bersama keluarganya di Serawak, kampung istrinya, dalam silaturahim Idul Fitri. Rencananya, jenazah Nasir akan dikebumikan di Tanah Perkuburan Sungai Kantan, Kajang.

Sungguh, kabar duka ini mengejutkan saya. Dua hari lalu, kami saling menanyakan kabar melalui Whatsapp. Dia tertarik dengan konten youtube saya tentang The Highland Park Bogor. “Saya berkeinginan datang dan menginap di sana bersama keluarga, sambil minum kopi dan menikmati kabut, serta udara dingin Bogor. InsyaaAllah setelah Covid-19 benar-benar berakhir,” tulisnya. 

Itulah komunikasi terakhir kami. Tidak ada tanda-tanda, tidak ada sakit dan keluhan. Kematian – selalu sekali  -- datang tiba-tiba, tanpa memberi tahu, saat duduk atau berdiri, saat menangis atau gembira. Pergilah sahabat, kami mengikhlaskan dengan semua kebaikan semasa hidup.

Saya mengenal Nasir sejak 2005. Saat itu, Nasir menemui saya di lantai 19 Wisma Antara, Jakarta Pusat, mewancarai saya sebagai Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi LKBN Antara, tentang hubungan kedua negara dan kerja sama LKBN Antara dengan Kantor Berita Bernama Malaysia. Nasir saat itu wartawan dan Kepala Biro Bernama di Indonesia, berkantor di LKBN Antara.

Tutur katanya ramah. Logatnya lebih mirip Indonesia. Nasir sudah lama di Jakarta, sebelum kembali ke Bernama di Kuala Lumpur, bahkan anaknya lahir di Jakarta. “Anak-anak saya terbiasa menggunakan bahasa gaya Jakarta, dong dan deh. Jika di Malaysia, mereka mengatakan mudik ke Jakarta,” kata Nasir suatu ketika dengan tawa berderai. 

Nasir sering sekali terlihat gembira, juga rajin mengirim foto-foto makanan melalui WhatsApp Group. Terakhir, Kamis (5/5/22), empat hari sebelum wafat, dari hotel Miri Sarawak tempatnya menginap, Nasir mengirim foto sop kambing muda, dengan pengantar,” Specialty sarapan di Hotel Miri, hari ini ..”

Hubungan Kedua Negara

Usai wawancara, kami pun membahas hubungan kedua negara serumpun, akar budaya yang sama. Bercerita tentang penyanyi dan pelakon terkemuka P Ramlee, Amat Djais, Saloma, Siti Nurhalizah, Ismail Marzuki, D'Lloyd, Ratno Timoer, Sophan Sophiaan, juga Amy Search. Kami cepat akrab. Pada 70-an, film-film Indonesia populer di Malaysia. Begitu juga fim-film P Ramlee pada masa sebelumnya, populer di Indonesia.

Beberapa bulan setelah itu, saya membuka kembali Biro Antara di Kuala Lumpur, berkantor di Bernama. 

Kami berpikir, hubungan kedua negara ini perlu diperkuat melalui pemberitaan. Kami melakukan berbagai pertemuan di Jakarta dan Kuala Lumpur. Dari sinilah, selain pertemuan dengan wartawan senior Malaysia dan Indonesia, lahir Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI). 

Nasir Yusoff sangat aktif memperkuat hubungan kedua negara, yang terkadang diwarnai riak-riak. Setiap timbul riak, kami saling bertukar informasi dan mencari jalan untuk ikut meredakannya. Nasir selalu hadir dalam Hari Pers Nasional (HPN) bersama sejumlah wartawan senior Malaysia, kecuali karena Covid-19. Terakhir Nasir --- yang rajin mengirim foto-foto makanan yang menggiurkan di whatsapp group -- hadir HPN 2019 di Surabaya. 

Nasir pergi tiga pekan sebelum Hari Wartawan Malaysia (Hawana) di Malaka, 28 Mei 2022. Ia salah seorang tokoh wartawan yang ikut menggagas lahirnya Hawana l/2018. Saya berharap, pada Hawana di Malaka nanti, Nasir diberi penghargaan sebagai tokoh wartawan yang berjasa mempererat hubungan kedua negara.

Pergilah sahabat. Kematian itu pasti, seperti perjalanan yang berhenti ketika waktu tiba. Kami akan merindukanmu, mengenang kebaikanmu --- sampai saat waktu kami pun tiba. 

Jakarta, Ahad (8/5/2022).