Home Disaster K3D Jelaskan Lokasi Saung Pantau Setu Pengarengan

K3D Jelaskan Lokasi Saung Pantau Setu Pengarengan

Didirikan bukan dengan Menguruk Setu

361
0
SHARE
K3D Jelaskan Lokasi Saung Pantau Setu Pengarengan

Keterangan Gambar : Ketua Umum K3D H. Abdul Hamid (kiri) dan juru bicara Bapak Bowo (kanan) menjelaskan lokasi Saung Pantau di pinggir setu Pengarengan yang dipermasalahkan anggotad Dewan Depok (foto Aboe)

K3D Jelaskan Lokasi Saung Pantau Setu Pengarengan

Didirikan bukan Menguruk Setu

Jakarta, parahyangan-post.com- Ketua Umum Komunitas Kampung Kita Depok (K3D) H. Abdul Hamid menjelaskan saung pantau yang didirikan  di atas jalur pipa gas Pertamina (Pertagas) bukan dengan cara menguruk setu Pengarengan. Melainkan, di atas tanah yang sebelumnya terbentuk oleh tumpukkan sampah yang menggunung.

“Tumpukan sampah itu kami bersihkan, kemudian kami dirikan saung pantau. Saung ini gunanya untuk memantau masyarakat agar tidak  lagi membuang sampah di sekitar setu,” tutur Abdul Hamid didampingi juru bicara Bowo dan Humas K3D Iwan Pajajaran, kepada parahyangan-post.com. Minggu 21/3.

Sebelumnya, pendirian saung  pantau di sisi utara setu Pengarengan, atau di pinggir Jalan Juanda dan jalan Tol Cijago, Kelurahan Cisalak, Depok, menjadi sorotan anggota Dewan Kota Depok Hasbullah Rahmat. Dia pun meminta satpol PP kota Depok untuk membongkarnya.

Terpisah 

Lebih jauh Abdul Hamid dan Bowo menjelaskan sejarah pendirian saung pantau tersebut. Diceritakan, sebelum didirikan, kondisi di sekitar setu sangat rawan. Setu tidak terurus, sampah menumpuk dan bau menyengat hidung. Sering terjadi pembegalan.

“Bahkan pernah dalam setahun terjadi 4 kali penemuan mayat yang dibuang disekitar setu,” tutur Abdul Hamid.

Yang paling berbahaya, lanjut Abdul Hamid, pada tahun 2019, terjadi kebakaran sampah di atas tanah jalur pipa gas. Kebakarannya cukup besar dan lama. Asapnya tebal dan mengganggu  kendaraan yang melaju di jalan told an dan jalan Juanda.

“Untunglah ketika itu dapat diatasi oleh mobil pemadam kebakaran. Kalau tidak, pipa gas yang berada di bawahnya bisa meledak. Nah jika itu terjadi,  kerugian yang diderita tentu sangat besar dan bisa dikatakan sebagai bencana nasional,” tambah Hamid.

Makanya, lanjut Abdul Hamid, pihaknya (K3D-red) kemudian berinisiatif mendirikan saung pantau tersebut.

“Fungsinya,  selain untuk memantau warga masyarakat agar tidak membuang sampah di situ juga untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keindahan. Sehingga lokasi disekitar setu bisa dijadikan sebagai obyek wisata murah meriah bagi warga kota Depok dan sekitarnya,” tambahnya.

Lebih spesifik Hamid menjelaskan, sebenarnya lokasi saung pantau itu tidak termasuk ke dalam area setu Pengarengan.  Tadinya lokasi itu adalah tanah terpisah antara setu Pengarengan dan kolam di sisi selatan. Kemudian karena pembangunan jembatan jalan Juanda yang melintas di atas setu,  tanah itu digali untuk memperkuat fondasi.  Akhirnya antara setu dan kolam tersambung.

Namun setelah dibangun,  setu dan area di bawah jembatan itu tidak dipelihara. Dibiarkan begitu saja.  Pengelola jalan tol kemudian membangun jalan yang melintas di atas kolam, sehingga kondisi kolam semakin tidak terurus.

“Kami  berinisiatif membuat saung pantau itu untuk menjaga agar lokasi itu bersih, aman, nyaman dan indah,” tambah Hamid.

Ditambahkan, kalau ada kesalahpahaman mengenai pendirian saung pantau ini dari pihak Pemkot Depok, pihaknya siap dipanggil dan menjelaskan secara detail.

“Kami punya site plannya. Lagi pula saung ini sebenarnya berada di atas laham milik pertamina Gas. Antara K3D  dan Pertamina Gas sudah ada perjanjian kerjasama (MoU) untuk memeihara, merapikan  kawasan di sepanjang pipa Gas. Mulai dari Jalan Raya Bogor (Cisalak) sampai Beji, Depok,” tutup Hamid.

Hamid dan Bowo berharap pihak-pihak yang belum paham mengenai latar belakang dan sejarah pendirian saung pantau tersebut bertanya kepada mereka. Pihaknya akan dengan senang hati menjelaskan secara rinci.

Dikatakan Hamid,  saat ini K3D  menampung sekitar 125 pengusaha kecil, khususnya pedagang bunga, tanaman hias dan acsesoris di sepanjang jalur pipa gas antara Cisalak dan Beji. Sehingga kawasan itu menjadi tertata rapi indah, aman, nyaman dan tertib. Tidak ada lagi begal dan tindak criminal lainnya.*** (aboe/pp)