Home Nusantara JUFI Gelar Ekpedisi Baduy

JUFI Gelar Ekpedisi Baduy

Di Lembah Barokah Ciboleger, Lebak, Banten

203
0
SHARE
JUFI  Gelar Ekpedisi Baduy

Keterangan Gambar : Seremoni peyerahan bantuan sosial JUFI kepada masyarakat Baduy di Lembah Barokah Ciboleger, Lebak Banten (foto Adhes/JUFI)

JUFI  Gelar Ekpedisi Baduy

Di Lembah Barokah Ciboleger, Lebak, Banten

Cibaloger, parahyangan-post.com – Mengawali tahun 2021, Jurnalis Filantropi Indonesia (JUFI) didukung oleh beberapa lembaga sosial, komunitas dan majelis taklim, menggelar Ekspedisi dan Bakti Sosial “Peduli Muallaf Baduy” di Lembah Barokah Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Sabtu-Ahad (9-10 Januari 2021).

Pihak sponsor yang turut mendukung kegiatan sosial dan dakwah tersebut, diantaranya:  Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI), Infaq Dakwah Center (IDC), Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyyah (YASMUI), Indonesia Care, Wakaf Al Azhar, LAZ Al Azhar, Bank Muamalat, Majelis Ta’lim Al Muthmainnah – Sentul, Peduli Jilbab, Teladanku, Squad Kebaikan, Pro Parent dan Shieraki, dan Umat TV Peduli.

Paket bantuan yang dihimpun secara kolektif tersebut diberikan untuk para muallaf Baduy yang tinggal di klaster-klaster Lembah Barokah Ciboleger, seperti Klaster Ar Razzaq, Klaster Ar Rahman dan Klaster Ar Rahim. Secara keseluruhan ada 150 penerima paket bantuan yang diberikan melalui kupon. Paket bantuan itu berupa sembako, beras, pakaian muslimah, pakaian dan makanan anak-anak, hijab, mushaf Qur’an, uang santunan, masker, dan sebagainya.

Panitia dan para sponsor yang ikut dalam rombongan Ekspedisi Peduli Muallaf Baduy terdiri dari lima rombongan, meliputi: Rombongan Depok, Bekasi, Sentul, Gunung Sindur, dan Tenabang. “Kami bergerak dari wilayah masing-masing, dengan titik kumpul di Terminal Ciboleger. Kemudian menuju Lembah Barokah Ciboleger hanya sekitar 400 meter atau butuh waktu 5 menit saja,” kata Ilham selaku Ketua Panitia Pelaksana Peduli Muallaf Baduy. 

Selain memberikan santunan kepada muallaf Baduy, kegiatan sosial ini dirangkai dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Rahmad dari Al Azhar Jakarta, mendongeng untuk anak oleh Ustazah Kartika dari Bekasi, dan pengenalan bahasa Inggris untuk anak-anak yang disampaikan oleh Nikolas.

Ketua Umum Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyyah (YASMUI), dokter H. Ashari juga berkesempatan menyampaikan sekilas tentang hunian Lembah Barokah Ciboleger dan seputar muallaf Baduy.

Dikatakan dr. Azhari, pemukiman muallaf Lembah Barokah Ciboleger (LBC) telah dimulai sejak 2016. Para muallaf Baduy ini disediakan tempat tinggal berupa rumah panggung yang sedehana. Mereka terbagi dalam lima zona atau Klaster, yakni:  Klaster Ar-Razzaq, Klaster Ar Rahman, Klaster Ar Rahim,  Klaster As Salam, dan Klaster Al-Ghoni.

“Di setiap cluster, ada satu ustadz yang mendamping atau membina muallaf Baduy.  Jumlahnya ada 4 Ustadz yang membina anak-anak sekaligus orangtuanya. Dua Ustadz setempat, dan dua lagi adalah Ustadz dari Sekolah Tinggi An Nuaimi Jakarta. Masing-masing ustadz mengasuh setiap cluster, yaitu Setiap malam Selasa dan malam Minggu ada pengajian bersama. Adapun untuk anak-anak disediakan Taman Pendidikan Al Qur'an Nurul Ilmi,” kata Ashari, Sabtu (9/1/2021).

 

Kampung Muallaf Baduy ini, kata Ashari, tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi dan pembinaan Aqidah. “Saat ini kami sedang proses penyelesaian pembangunan masjid yang diberi nama Al Fatih.  Dalam waktu dekat, kita sedang mempersiapkan pembangunan pesantren juga," jelas dr. Ashari yang juga Direktur Eksekutif Gerbang Betawi.

Muallaf Baduy

Lembah Barokah Ciboleger adalah sebuah hunian masyarakat Muslim Baduy. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung khas  tradisi Baduy, wakaf dari para dermawan yang peduli muallaf Baduy. Sebelumnya,  mereka tinggal di saung milik lahan orang lain.

Ada aturan yang harus dipatuhi dalam tradisi Baduy. Seorang yang telah telah memeluk agama Islam, mereka harus keluar dari wilayahnya. Selama beberapa lama tak punya tempat tinggal, mereka terpaksa numpang di rumah atau ladang orang lain.

Tatkala keluar dari kampung halamannya, mereka tak punya aset apapun. Selain tak berpendidikan, tak bisa baca tulis, juga tak punya ketrampilan. “Dengan latarbelakang itulah, kami berupaya  mengedukasi kehidupan mualaf Baduy menjadi lebih baik. Saat ini, masyarakat Muslim Baduy belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dan pembinaan dalam hal pendidikan, ekonomi, dan spritual. Mereka masih hidup di bawah garis kemiskinan,” kata dr. Ashari.   

Di Lembah Barokah Ciboleger, Banten, dihuni 50 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar dihuni oleh Mualaf Baduy. Hanya satu KK yang masih berkeyakinan lama. Meski berbeda keyakinan, mereka hidup damai dan menerima perbedaan.*** (aboe/pp/jufi)